Askep Diabetes Melitus (Standar Rumah Sakit)

Askep diabetes melitus merupakan serangkaian langkah perawatan terhadap pasien penderita penyakit diabetes melitus. Askep diabetes melitus ini biasanya diberikan oleh perawat di rumah sakit dengan kolabori dokter yang ada di rumah sakit tersebut. Askep diabetes melitus diberikan pada pasien dengan penyakit diabetes mellitus, dengan tujuan agar gejala yang ditimbulkan dari penyakit diabetes melitus tersebut berkurang dan pasien dapat sembuh. Walaupun sebenarnya penyakit diabetes melitus ini tidak dapat disembuhkan secara total, tetapi penyakit diabetes melitus ini dapat dikontrol dengan pemberian askep diabetes melitus.



askep diabetes melitus
Alat cek gula darah merek GlucoDr


Askep diabetes melitus dibuat berdasarkan dari beberapa pemeriksaan seperti anamnesa, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Anamnesa yang dilakukan akan mengarah kepada tanda atau gejala dari adanya penyakit diabetes melitus. Apabila dari anamnesa terdapat keluhan seperti merasa haus yang berlebihan, merasa selalu lapar, sering buang air kecil, adanya keputihan, bahkan sampai pada adanya gangguan penglihatan, dan luka yang sulit sembuh maka dapat diprediksi bahwa keluhan tersebut mengarah pada penyakit diabetes melitus.

Selain dari anamnesa, data juga dikumpulkan dari pemeriksaan fisik. Namun, pada tahap awal penyakit diabetes melitus ini belum terdapat ciri khusus yang menandakan adanya penyakit diabetes mellitus, tetapi bila penyakit diabetes melitus berlangsung lama maka dari pemeriksaan fisik terdapat ciri adanya luka yang sulit sembuh atau luka infeksi yang merupakan ciri khas dari penyakit diabetes melitus. Setelah melakukan pemeriksaan fisik selanjutnya dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darah.

Pemeriksaan kadar gula darah dapat dilakukan dengan tiga jenis pemeriksaan kadar gula darah. Tiga jenis pemeriksaan kadar gula darah tersebut, di antaranya ialah kadar gula darah sewaktu, kadar gula darah 2 jam setelah makan, dan kadar gula darah puasa. Ketiganya memiliki batasan kadar normal gula darah yang berbeda. Namun, bila ditarik kesimpulan bila kadar gula darah melebihi 200 mg/dl maka dapat dikategorikan sebagai kadar gula darah yang tinggi. Barulah dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tersebut dokter akan mendiagnosis pasien tersebut dengan penyakit diabetes melitus.

Pengobatan pada Askep Diabetes Melitus

Setelah didiagnosa bahwa pasien tersebut menderita penyakit diabetes melitus maka dokter akan memberikan terapi sesuai dengan kondisinya saat ini. Apabila pasien tersebut membutuhkan perawatan atau rawat inap di rumah sakit maka pasien tersebut akan diberikan askep diabetes melitus oleh perawat.//   Askep diabetes melitus yang diberikan dapat berupa pemantauan atau observasi terhadap keadan pasien seluruhnya. Baik berupa tanda-tanda vital sampai kepada pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui keadaan dari kadar gula darahnya setelah diberikan terapi. Terapi atau obat-obatan yang diberikan pun bergantung pada kondisi pasien saat ini. Obat-obatan yang dapat diberikan dapat berupa obat hipoglikemik oral ataupun insulin.

Obat hipoglikemik oral yang digunakan dalam pengobatan penyakit diabetes melitus dapat berasal dari golongan, di antaranya sulfonilurea, biguanida, dan inhibitor alfa-glukosida. Obat hipoglikemik oral ini diberikan dengan cara diminum. Contoh obat yang termasuk ke dalam golongan obat hipoglikemik oral golongan sulfonilurea adalah asetoheksamida, klorpropamida, glibenklamida, gliklazida, tolzamida, tolbutamida, dan lain-lain. Sedangkan obat yang termasuk ke dalam golongan biguanida contohnya ialah metformin, dan golongan obat hipoglikemik oral yang termasuk ke dalam golongan inhibitor alfa glukosida contohnya ialah akarbose. Apabila obat hipoglikemik oral tidak dapat diberikan maka pasein dengan penyakit diabetes melitus dapat diberikan obat berupa suntikan insulin.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: Langkahsehat.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :