Diabetes Anak (Ciri-ciri dan Gejalanya)

Diabetes anak dapat terjadi pada kalangan usia anak-anak. Diabetes anak ini pada umumnya memiliki gejala yang sama dengan diabetes yang menyerang pada orang dewasa. Namun, diabetes anak ini biasanya di dapatkan dari faktor keturunan  orang tua dari anak tersebut memiliki riwayat penyakit diabetes melitus. Penyakit diabetes melitus ini dapat mengancam jiwa dari anak-anak tersebut sehingga, jangan sampai penyakit diabetes ini sudah masuk ke dalam tahap yang kronik karena akan semakin sulit untuk disembuhkan.



diabetes anak
Alat cek gula darah merek Nesco

Gejala Diabetes Anak

Gejala diabetes anak umumnya dikenal dengan 3p yaitu polifagi, polidipsi, dan poliuri. Polifagi merupakan suatu gejala penyakit diabetes melitus pada anak-anak yang ditandai dengan adanya rasa lapar  sehingga menyebabkan anak-anak yang mengalami diabetes melitus makan secara berlebihan. Polidipsi merupakan suatu gejala penyakit diabetes melitus pada anak-anak yang ditandai dengan adanya rasa haus yang berlebihan  sehingga anak-anak tersebut minum seperti orang yang sedang mengalami dehidrasi. Gejala terakhir yaitu poliuri merupakan suatu gejala penyakit diabetes melitus pada anak-anak yang ditandai dengan adanya rasa ingin berkemih. Buang air kecil ini paling sering terjadi pada malam hari. Kebanyakan anak-anak tidak mampu menahan perasaan buang air kecil ini  sehingga kebanyakan anak-anak sering mengompol pada saat tidur.

Itulah 3 gejala utama diabetes anak. Terdapat gejala lainnya yang dapat mengarah pada penyakit diabetes melitus. Gejala lainnya yang dapat timbul ialah adanya rasa lemas, mudah mengalami kesemutan, terdapat luka yang sulit sembuh, dan terdapat gangguan pada penglihatan seperti penglihatan yang tidak jelas.

Seperti pada umumnya, penyakit diabetes anak pun terdapat dua jenis yaitu penyakit diabetes melitus tipe 1 dan penyakit diabetes melitus tipe 2. Seorang anak dapat mengalami penyakit diabetes baik tipe 1 maupun tipe 2. Pada penyakit diabetes melitus tipe 1 penderitanya memerlukan pasokan insulin dari luar tubuh sepenuhnya, karena sel-sel beta di pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin untuk metabolisme glukosa. Biasanya pada penyakit diabetes melitus tipe 1 disebabkan karena faktor keturunan dan faktor yang dapat menyebabkan penyakit diabetes melitus.

Pada penyakit diabetes melitus tipe 2 dapat terjadi apabila pasokan insulin dalam tubuh tidak mencukupi  sehingga masih terdapat gula atau glukosa dalam darah. Berbeda dengan penyakit diabetes melitus tipe 1, penyakit diabetes melitus tipe 2 tidak membutuhkan pasokan insulin dari luar. Hanya cukup mengonsumsi obat-obatan penurun kadar gula darah. Pada umumnya, untuk penyakit diabetes melitus tipe 2 ini tidak disertai dengan gejala yang khusus  sehingga kebanyakan anak tidak menyadari akan adanya penyakit diabetes melitus tipe 2 ini.

Diabetes anak dapat menyebabkan pelbagai komplikasi yang sama persis seperti penyakit diabetes melitus yang menyerang pada orang dewasa. Penyakit diabetes melitus pada anak dapat menyebabkan terjadinya komplikasi yang bersifat akut maupun yang bersifat kronik. Komplikasi akut yang dapat berujung pada kematian pasien adalah hiperglikemi karena diabetes belum diobati serta hipoglikemi karena pengobatan yang berlebihan. Komplikasi kronis adalah kelainan pembuluh darah besar di jantung dan otak ataupun pembuluh darah kecil pada mata, ginjal, dan serabut saraf.

Pada anak-anak yang mengalami diabetes melitus akan mengalami hiperglikemi yang membuat anak tersebut merasa lapar, merasa haus, sering buang air kecil, merasa lelah, kejang, koma, bahkan sampai pada kematian mendadak. Selain itu penyakit diabetes melitus yang terjadi pada anak-anak dapat membuat anak tersebut mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: Dokita.co



Terima kasih untuk Like/comment FB :