Diabetes Basah (Penyebab dan Pencegahan)

Diabetes basah merupakan salah satu jenis dari penyakit diabetes atau yang lebih kita kenal dengan penyakit kencing manis. Dalam penyakit diabetes terdapat diabetes kering dan diabetes basah. Ciri-ciri yang terdapat pada seseorang yang mengalami diabetes kering tentunya berbeda dengan penderita diabetes basah. Pada penderita diabetes kering mereka cenderung memiliki tubuh yang tampak kurus dan kering, sedangkan pada penderita diabetes basah memiliki tampilan tubuh sebaliknya. Namun, pada penderita diabetes basah sangatlah rentan mengalami luka yang terjadi pada bagian kaki maupun pada bagian tubuh yang lain, juga infeksi luka tersebut sangat sulit untuk disembuhkan diakibatkan karena kadar gula darah pada penderita diabetes basah sangatlah tinggi.



Diabetes Basah
Alat cek gula darah merek Nesco


Infeksi luka yang terdapat pada bagian tubuh penderita diabetes basah tersebut apabila tidak segera dilakukan penanganan dan dibiarkan dalam jangka waktu yang panjang maka akan menyebabkan pembusukan pada bagian luka yang mengalami infeksi tersebut. Apabila luka tersebut telah membusuk, jalan satu-satunya untuk mencegah terjadinya perluasan area yang membusuk yaitu dengan cara dilakukan amputasi.

Gejala Diabetes Basah

Gejala diabetes melitus basah yang paling umum terjadi antara lain sebagai berikut: Timbulnya bau mulut pada nafas penderita, mudah merasa lapar dan haus, meningkatnya frekuensi buang air kecil, mulut tampak kering akibat terjadinya dehidrasi, lebih sensitif, sakit kepala, penglihatan menjadi kabur, otot sering terasa pegal yang disebabkan oleh dehidrasi, penurunan berat badan secara drastis, kulit terasa gatal-gatal, mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi), jika timbul luka dibagian tubuhnya, maka akan sangat sulit disembuhkan.  

Penyebab Diabetes Basah

Diabetes melitus basah dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
  • Obesitas;
  • Sering mengonsumsi makanan maupun minuman yang terlalu manis;
  • Kurang istirahat;
  • Kurang berolahraga;
  • Tekanan darah tinggi;
  • Penggunaan pil kontasepsi dalam jangka waktu yang panjang;
  • Stress;
  • Kebiasaan merokok dan konsumsi bahaya alkohol.

Pencegahan Diabetes Basah

Seperti yang telah kita ketahui penyakit diabetes melitus basah merupakan jenis penyakit yang berbahaya. Maka dari itu,  untuk mencegah terjadinya penyakit diabetes basah dapat dilakukan beberapa hal sebagai berikut:

Mengontrol kadar gula dalam darah 
Lakukanlah pengontrolan kadar gula dalam darah secara rutin sejak dini. Dengan mengontrol kadar gula darah, akan sangat mudah untuk mendeteksi apabila kadar gula dalam darah tinggi dan segera dapat dilakukan pengobatan untuk menormalkan kembali kadar gula darah. Apabila kadar gula darah melebihi 150 mg/dl maka segeralah lakukan konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Olahraga secara teratur 
Kurang berolahraga dapat menjadi salah satu penyebab peningkatan risiko terkena penyakit diabetes basah, tekanan darah tinggi dan obesitas. Maka dari itu,  lakukanlah olahraga secara teratur. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, disarankan untuk melakukan latihan aerobik selama +/- 2.5 jam setiap minggunya bagi orang-orang dewasa.

Istirahat yang cukup 
Kurang istirahat atau kurang tidur dapat memicu timbulnya bahaya obesitas yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit diabetes. Hal tersebut diakibatkan apabila kurang istirahat dapat menyebabkan nafsu makan bertambah. Para ahli kesehatan sangat menyarankan agar kita dapat menjaga pola istirahat kita dengan mendapatkan tidur yang cukup yaitu sekitar 7 hingga 8 jam tiap harinya.

Menjaga pola makan 
Hal yang sangat penting dalam pencegahan terjadinya penyakit diabetes basah yaitu dengan menjaga asupan makanan. Pola makan yang buruk menjadi salah satu faktor penyebab diabetes. Maka dari itu,  konsumsilah makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, maupun biji-bijian.


Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: halosehat.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :