Diabetes Dalam Kehamilan (Gejala dan Penyebab)

Diabetes dalam kehamilan atau diabetes gestasional adalah suatu bentuk diabetes yang mempengaruhi perempuan ketika masa kehamilan.  Seperti bentuk-bentuk lain dari diabetes melitus, kondisi diabetes ini mengarah ke tingkat gula darah yang meningkat. Hal ini berlaku baik pada insulin atau modifikasi diet yang digunakan untuk pengobatan dan kondisi tersebut terus berlangsung setelah kehamilan. Pengobatan pada diabetesini tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa ketidakseimbangan glukosa yang belum diterima tubuh mungkin telah dimulai bersamaan dengan kehamilan.



diabetes dalam kehamilan
Alat cek gula darah merek Nesco

Penyebab Diabetes Dalam Kehamilan

Biasanya pankreas ibu mampu memproduksi insulin lebih (sekitar tiga kali jumlah normal) untuk mengatasi efek hormon kehamilan pada tingkat gula darah. Namun, jika pankreas tidak dapat memproduksi insulin yang cukup maka kadar gula darah akan naik, dan mengakibatkan mengalami diabetes dalam kehamilan.

Banyak perempuan yang mengalami diabetes dalam kehamilan tanpa memiliki risiko dari diabetes itu sendiri. Berikut merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena diabetes dalam kehamilan yaitu:
  • Kelebihan berat badan sebelum hamil (lebih dari 20% dari berat badan ideal);
  • Termasuk ke dalam anggota kelompok etnis risiko tinggi (Hispanik, Black, penduduk asli Amerika atau Asia);
  • Gangguan keseimbangan glukosa atau glukosa puasa terganggu (kadar gula darah yang tinggi, tetapi tidak cukup tinggi untuk menjadi diabetes);
  • Riwayat diabetes pada keluarga (jika orang tua atau saudara kandung memiliki diabetes);
  • Sebelumnya memiliki riwayat pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4 kg;
  • Sebelumnya memiliki riwayat melahirkan bayi lahir mati;
  • Terdapat riwayat kehamilan dengan diabetes pada kehamilan sebelumnya;
  • Memiliki terlalu banyak cairan ketuban (suatu kondisi yang disebut polihidramnion).
 

Tanda Gejala Diabetes dalam Kehamilan

Diabetes melitus gestasional adalah diabetes  tubuh tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup untuk menangani gula darah selama kehamilan.Pada banyak kasus diabetes ini berlangsung sementara. Hal ini disebut juga dengan diabetes dalam kehamilan atau bisa juga disebut ketidakseimbangan glukosa atau ketidakseimbangan karbohidrat.

Tanda dan gejala diabetes dalam kehamilan yang terjadi, yaitu:
  • Adanya glukosa dalam urine;
  • Senantiasa selalu merasa haus;
  • Sering buang air kecil;
  • Kelelahan;
  • Mual Sering mengalami infeksi kandung kemih, vagina dan kulit;
  • Penglihatan kabur.

Komplikasi akibat diabetes dalam kehamilan bisa terjadi pada janin dan juga pada ibu. Komplikasi janin termasuk makrosomia, hipoglikemia neonatal, kematian perinatal, kelainan bawaan, hiperbilirubinemia, polisitemia, hipokalsemia, dan sindrom gangguan pernapasan.

Komplikasi janin Makrosomia didefinisikan sebagai berat lahir lebih dari 4.000 gram, hal ini terjadi pada 20-30% bayi yang ibunya menderita diabetes selama kehamilan.Faktor-faktor lain yang dapat terlihat pada ibu yang memicu peningkatan insiden kelahiran janin makrosomia termasuk hiperglikemia, yakni: Body Mass Index (BMI) tinggi, usia yang lebih tua, danmultiparitas. Dengan ini, kasus makrosomia dapat menyebabkan untuk morbiditas janin meningkat sewaktu dilahirkan, seperti distosia bahu dan meningkatkan risiko kelahiran secara sactio caesaria.

Hipoglikemia neonatal dapat terjadi dalam beberapa jam setelah bayi dilahirkan. Hal ini terjadi karena ibu yang hiperglikemia atau diabetes dapat menyebabkan janin hiperinsulinemia. Komplikasi jangka panjang yang dapat terjadi pada janin dengan ibu diabetes yaitu termasuk peningkatan risiko ketidakseimbangan glukosa, diabetes, dan obesitas.

Komplikasi pada ibu dengan diabetes meliputi hipertensi, preeklampsia, dan peningkatan risiko kelahiran secara seksio sesarea. Hipertensi ini mungkin terkait dengan resistensi insulin. Oleh karena itu, intervensi yang menunjukkan peningkatkan sensitivitas insulin dapat membantu mencegah komplikasi ini. Selain itu, ibu dengan riwayat diabetes selama kehamilan memiliki peningkatan risiko diabetes setelah kehamilan dibandingkan dengan populasi umum, dengan tingkat konversi hingga 3% per tahun.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: News-medical.net



Terima kasih untuk Like/comment FB :