Diabetes dan Pencegahannya Secara Efektif

Diabetes dan pencegahannya dapat dilakukan dalam beberapa tahap. Umumnya diabetes dan pencegahannya dilakukan dalam dua tahap yaitu pencegahan primer dan pencegahan sekunder. Keduanya perlu dilakukan. Namun, diprioritaskan untuk melakukan pencegahan primer karena pencegahan primer lebih ditujukan pada orang-orang yang mempunyai risiko tinggi terhadap adanya penyakit ini. Selain itu, orang-orang yang berisiko akan lebih mudah terkena penyakit diabetes melitus dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mempunyai resiko terhadap penyakit tersebut.



diabetes dan pencegahannya
Alat cek gula darah merek Nesco

Diabetes dan Pencegahannya yang Bersifat Primer atau Sekunder

  Berikut tahap pencegahannya penyakit diabetes yaitu:

Diabetes dan Pencegahannya yang Bersifat Primer

Diabetes dan pencegahan bersifat primer adalah upaya yang ditujukan pada orang-orang yang termasuk kelompok risiko tinggi, yakni mereka yang belum menderita, tetapi berpotensi untuk menderita DM. Penyuluhan sangat penting perannya dalam upaya pencegahan primer. Masyarakat luas melalui lembaga swadaya masyarakat dan lembaga sosial lainnya harus diikutsertakan. Demikian pula pemerintah melalui semua jajaran terkait seperti Departemen Kesehatan dan Departemen Pendidikan perlu memasukkan upaya pencegahan primer DM dalam program penyuluhan dan pendidikan kesehatan. Sejak masa prasekolah hendaknya telah ditanamkan pengertian mengenai pentingnya kegiatan jasmani teratur, pola dan jenis makanan yang sehat, menjaga badan agar tidak terlalu gemuk, dan risiko merokok bagi kesehatan.  

Diabetes dan Pencegahannya yang Bersifat Sekunder

Diabetes dan pencegahannya yang bersifat sekunder adalah upaya mencegah atau menghambat timbulnya penyulit pada pasien yang telah menderita DM. Dilakukan dengan pemberian pengobatan yang cukup dan tindakan deteksi dini penyulit sejak awal pengelolaan penyakit DM. Salah satu penyulit DM yang sering terjadi adalah penyakit kardiovaskular yang merupakan penyebab utama kematian pada penyandang diabetes.   Diabetes dan pencegahannya yang bersifat sekunder dapat dilakukan dengan:

Skrinning
Skrinning dilakukan dengan menggunakan tes urine,, kadar gula darah puasa, dan GIT. Skrinning direkomendasikan untuk orang-orang yang mempunyai keluarga diabetes, orang-orang dengan kadar glukosa abnormal pada saat hamil, orang-orang yang mempunyai gangguan vaskuler, dan orang-orang yang gemuk.

Pengobatan
Pengobatan diabetes melitus bergantung kepada pengobatan diet dan pengobatan bila diperlukan. Jika masih bisa tanpa obat, cukup dengan menurunkan berat badan sampai mencapai berat badan ideal. Untuk itu perlu dibantu dengan diet dan bergerak badan. Pengobatan dengan perencanaan makanan (diet) atau terapi nutrisi medik masih merupakan pengobatan utama, tetapi bilamana hal ini bersama latihan jasmani/kegiatan fisik ternyata gagal maka diperlukan penambahan obat oral. Obat hipoglikemik oral hanya digunakan untuk mengobati beberapa individu dengan DM tipe II. Obat ini menstimulasi pelapisan insulin dari sel beta pancreas atau pengambilan glukosa oleh jaringan perifer.

Adapun stategi penanggulangannnya sebagai berikut:

Primordial prevention
Primordial prevention merupakan upaya untuk mencegah terjadinya risiko atau mempertahankan keadaan risiko rendah dalam masyarakat terhadap penyakit secara umum.

Health promotion
Health promotion berhubungan dengan pemberian muatan informasi kepada masyarakat sehubungan dengan masalah kesehatan.

Spesific protection
Spesific protection dilakukan dalam upaya pemberian perlindungan secara dini kepada masyarakat sehubungan dengan masalah kesehatan.

Early diagnosis and promp treatment
Early diagnosis and prompt treatmen dilakukan sehubungan dengan upaya pendeteksian secara dini terhadap individu yang nantinya mengalami DM dimasa mendatang sehingga dapat dilakukan upaya penanggulangan sedini mungkin untuk mencegah semakin berkembangnya risiko terhadap timbulnya penyakit tersebut.

Disability limitation
Disability limitation adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah dampak lebih besar yang diakibatkan oleh DM yang ditujukan kepada seorang yang telah diangap sebagai penderita DM karena risiko keterpaparan sangat tinggi.

Rehabilitation
Rehabilitation ditujukan untuk mengadakan perbaikan-perbaikan kembali pada individu yang telah mengalami sakit. Pada penderita DM, upaya rehabilitasi yang dapat dilakukan adalah pengaturan diet makanan sehari-hari yang rendah lemak dan mengonsumsi makanan karbohidrat tinggi yang alami, pemeriksaan kadar glukosa darah secara teratur dengan melaksanakan pemeriksaan laboratorium komplit minimal sekali sebulan, dan penghindaran atau penggunaan secara bijaksana terhadap obat-obat yang diabetagonik.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: academia.edu



Terima kasih untuk Like/comment FB :