Diabetes Di Indonesia dan Mancanegara

Diabetes di Indonesia terjadi cukup tinggi. Diabetes melitus termasuk salah satu penyakit degeneratif yang memerlukan penanganan saksama. Hal ini disebabkan diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang mempunyai prevalensi tinggi. Di dunia, diperkirakan sebanyak 347 juta orang mengidap penyakit diabetes melitus. Pada tahun 2004 diduga 3,4 juta orang meninggal sebagai konsekuensi dari tingginya kadar gula darah puasa. Jumlah kematian yang sama juga diperkirakan pada tahun 2010. Di Amerika Serikat sebanyak 25,8 juta penduduk menderita diabetes melitus dan dari jumlah tersebut, 18,8 juta pasien telah terdiagnosis, sementara sisanya yaitu sejumlah 7 juta pasien belum menyadari bahwa dirinya menderita diabetes melitus.



diabetes di indonesia
Alat cek gula darah merek GlucoDr

Diabetes Di Indonesia dan Dunia

World Health Organization (WHO) memprediksi kenaikan jumlah penderita dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030 serta paling banyak terjadi pada masyarakat urban dengan gaya hidup yang tidak sehat. Diabetes melitus juga berpotensi menjadi penyakit nomor 7 yang membunuh manusia pada tahun 2030.

Diabetes melitus merupakan penyakit menahun yang ditandai oleh kadar gula darah yang tinggi dan gangguan metabolisme pada umumnya, yang pada perjalanannya bila tidak dikendalikan dengan baik akan menimbulkan berbagai komplikasi, baik yang akut maupun yang menahun. Kelainan dasar dari penyakit ini ialah kekurangan hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas, yaitu kekurangan jumlah dan atau dalam kerjanya. Jumlah Penderita diseluruh dunia Jumlah penderita di seluruh dunia tahun 1998 yaitu ± 150 juta, tahun 2000 yaitu ± 175,4 juta diperkirakan tahun 2010 yaitu ± 279 juta.

Populasi penderita diabetes di Indonesia diperkirakan berkisar antara 1,5 sampai 2,5% kecuali di Manado 6%. Dengan jumlah penduduk sekitar 200 juta jiwa, berarti lebih kurang 3-5 juta penduduk Indonesia menderita diabetes. Tercatat pada tahun 1995, jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 5 juta jiwa.

Berdasarkan Riskesdas 2007, prevalensi penyakit diabetes di Indonesia berdasarkan diagnosis oleh tenaga kesehatan adalah 0,7% , sedangkan prevalensi DM (D/G) sebesar 1,1%. Data ini menunjukkan cakupan diagnosis DM oleh tenaga kesehatan mencapai 63,6%, lebih tinggi dibandingkan cakupan penyakit asma maupun penyakit jantung. Prevalensi nasional Penyakit diabetes di Indonesia adalah 1,1% (berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan dan gejala).

Indonesia berada di peringkat keempat jumlah penyandang diabetes melitus di dunia setelah Amerika Serikat, India dan Cina. Diabetes di Indonesia sendiri, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang terbaru tahun 2013, menyatakan bahwa prevalensi diabetes yang terdiagnosis dokter tertinggi ke-2 terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta (2,6%). Beberapa hal yang dihubungkan dengan risiko terkena DM adalah obesitas (sentral), hipertensi, kurangnya aktivitas fisik dan konsumsi sayur-buah kurang dari 5 porsi per hari.

Prediksi Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia pada tahun 2030 apabila pola hidup yang dijadikan sebagai acuan dalam riset tersebut berjalan konstan, dapat mencapai angka berkisar 21,3 juta orang. Pada tahun 2000, jumlah penderita diabetes di Indonesia baru berjumlah 8,4 juta orang. Dengan perbedaan angka yang mencapai 12,9 juta orang dalam 30 tahun, maka dapat disimpulkan bahwa setiap harinya terdapat rata-rata 1178 penderita diabetes di Indonesia yang baru. Peningkatan ini cukup signifikan dan kebanyakan disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat.

Mengingat kejadian diabetes yang semakin lama semakin meningkat, perlu kesadaran dari masyarakat sendiri untuk mencegah penyakit tersebut. Cara pencegahan penyakit diabetes dapat dilakukan dengan cara menerapkan perilaku hidup sehat.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: rumahdiabetes.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :