Diabetes Gejala Berdasarkan Diagnosis

Diabetes gejala yang terjadi ditandai dengan 3 P, yaitu polifagia, polidipsia dan poliuri. Diabetes gejala tersebut merupakan gejala yang khas dan menandakan adanya penyakit diabetes melitus pada seseorang. Diabetes gejala polifagia mempunyai makna sebagai sering makan. Diabetes gejala polidipsia diartikan sebagai banyak minum, dan diabetes gejala poliuri diartikan sebagai sering buang air kecil. Diabetes melitus (DM) adalah suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Diabetes melitus merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya kekurangan insulin secara relatif maupun absolut.



diabetes gejala
Alat cek gula darah merek GlucoDr


Defisiensi insulin dapat terjadi melalui tiga hal, yaitu:
  • Rusaknya sel-sel β pankreas karena pengaruh dari luar (virus, zat kimia tertentu, dan lain-lain);
  • Desensitasi atau penurunan reseptor glukosa pada kelenjar pankreas;
  • Desensitasi/kerusakan reseptor insulin (down regulation) di jaringan perifer.

Aktivitas insulin yang rendah akan menyebabkan penurunan penyerapan glukosa oleh sel-sel, disertai peningkatan pengeluaran glukosa oleh hati melalui proses glukoneogenesis dan glikogenolisis. Karena sebagian besar sel tubuh tidak dapat menggunakan glukosa tanpa bantuan insulin, akan timbul keadaan ironis yakni terjadi kelebihan glukosa ekstrasel, di sisi lain terjadi pula defisiensi glukosa intrasel atau “kelaparan di lumbung padi”.

Kadar glukosa yang meninggi ke tingkat  jumlah glukosa yang difiltrasi melebihi kapasitas sel-sel tubulus melakukan reabsorpsi, akan menyebabkan glukosa muncul pada urine,, dan keadaan ini dinamakan glukosuria. Glukosa pada urine, menimbulkan efek osmotik yang menarik H2O bersamanya. Keadaan ini menimbulkan diuresis osmotik yang ditandai oleh poliuria (sering berkemih).

Cairan yang keluar dari tubuh secara berlebihan akan menyebabkan dehidrasi, yang pada gilirannya dapat menyebabkan kegagalan sirkulasi perifer karena volume darah turun mencolok. Kegagalan sirkulasi, apabila tidak diperbaiki dapat menyebabkan kematian karena penurunan aliran darah ke otak, atau menimbulkan gagal ginjal sekunder akibat tekanan filtrasi yang tidak adekuat (tidak sebanding).

Selain itu, sel-sel kehilangan air karena tubuh mengalami dehidrasi akibat perpindahan osmotik air dari dalam sel ke cairan ekstrasel yang hipertonik. Akibatnya timbul polidipsia (rasa haus berlebihan) sebagai mekanisme kompensasi untuk mengatasi dehidrasi.

Defisiensi glukosa intrasel menyebabkan “sel kelaparan”, akibatnya nafsu makan (appetite) meningkat sehingga timbul polifagia (pemasukan makanan yang berlebihan).

Efek defisiensi insulin pada metabolisme lemak menyebabkan penurunan sintesis trigliserida dan peningkatan lipolisis. Hal ini akan menyebabkan mobilisasi besar-besaran asam lemak dari simpanan trigliserida. Peningkatan asam lemak dalam darah sebagian besar digunakan oleh sel sebagai sumber energi alternatif karena glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel.

Diabetes Gejala Penyakit

Efek insulin pada metabolisme protein menyebabkan pergeseran netto ke arah katabolisme protein. Penguraian protein-protein otot menyebabkan otot rangka lisut dan melemah sehingga terjadi penurunan berat badan.

Berdasarkan akibat aktivitas insulin yang rendah dapat diketahui bahwa diabetes gejala adalah sebagai berikut:
  • Banyak makan (polifagia);
  • Banyak minum (polidipsia);
  • Banyak kencing (poliuria);
  • Kesemutan;
  • Kulit terasa panas, atau seperti tertusuk-tusuk jarum;
  • Rasa tebal di kulit;
  • Kram;
  • Mudah lelah;
  • Mudah mengantuk;
  • Mata kabur, biasanya sering ganti kacamata;
  • Gatal di sekitar kemaluan terutama wanita;
  • Gigi mudah goyah dan mudah lepas, kemampuan seksual menurun, bahkan impotensi;
  • Para ibu hamil sering mengalami keguguran atau kematian janin dalam kandungan, atau dengan bayi berat lahir lebih dari 4 kg.

Untuk mendiagnosis penyakit diabetes biasanya diikuti dengan adanya diabetes gejala poliuria, polidipsia, polifagia dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Diagnosis DM dapat dipastikan apabila hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu ≥ 200 mg/dl dan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa ≥ 126 mg/dl.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: pojoksehat.wordpress.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :