Diabetes Gestasional Pada Ibu Hamil (Bumil)

Diabetes gestasional pada ibu hamil menjadi salah satu penyakit yang dapat menyerang pada saat kehamilan. Diabetes merupakan penyakit yang banyak diderita oleh orang-orang di Indonesia baik pada anak-anak maupun orang dewasa, tak terkecuali pada ibu hamil. Pada ibu hamil diabetes tersebut dikenal dengan sebutan diabetes gestasi atau gestational diabetes melitus (GDM). GDM berbeda dengan diabetes biasa yang terjadi karena adanya permasalahan dalam hormon insulin yang cacat atau terdapat gangguan lain dan cara kerja pankreas yang tidak dapat memproduksi insulin yang cukup untuk menyerap glukosa.



diabetes gestasional pada ibu hamil
Alat cek gula darah merek GlucoDr


Pada pada masa kehamilan,  pankreas akan menghasilkan insulin tambahan untuk memenuhi kebutuhan bayi yang ada di dalam kandungannya. Namun, jika pankreas tidak dapat menghasilkan insulin tambahan tersebut akan terdapat timbunan glukosa yang dapat menyebabkan tingginya kadar gula darah dalam tubuh pada masa kehamilan yang disebut dengan diabetes gestasi.

Diabetes gestasional pada ibu hamil biasanya hanya terjadi sementara pada saat kehamilan dan akan sembuh dengan sendirinya pada saat kadar gula darah dalam tubuh kembali dalam keadaan normal setelah melahirkan, berbeda dengan penyakit diabetes biasa yang diderita seumur hidup.

Diabetes gestasional pada ibu hamil merupakan penyakit yang berisiko yang bisa dialami oleh ibu hamil. Maka dari itu,  ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dijaga untuk menghindari penyakit tersebut terutama untuk beberapa orang yang beresiko tinggi mengalami diabetes gestasional pada ibu hamil seperti :
  • Perempuan yang pernah melahirkan bayi yang berat badannya lebih dari 4kg pada kelahiran sebelumnya;
  • Memiliki berat badan yang berlebihan sebelum hamil. Yang dimaksud berat badan yang tidak sesuai dengan berat badan ideal, yaitu memiliki berat badan berlebih dari berat badan ideal orang tersebut;
  • Pernah mengalami diabetes gestasi pada kehamilan sebelumnya. Berdasarkan beberapa hasil penelitian seseorang yang pernah mengalami diebetes gestasi pada kehamilan sebelumnya akan lebih cenderung terkena penyakit yang sama pada kehamilan berikutnya;
  • Memiliki saudara atau keluarga yang pernah mengalami penyakit diabetes atau kencing manis, atau bisa dikatakan adanya faktor keturunan atau gen yang memengaruhi.

Risiko Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Diabetes gestasional pada ibu hamil pada masa kehamilannya berisiko kepada bayi yang berada di dalam kandungannya jika telah dilahirkan nanti. Risiko yang biasa dialami oleh bayi tersebut antara lain kadar gula dalam darah yang rendah (hipoglisemia) dan obesitas. Melihat terdapatnya risiko bagi buah hatinya tentu seorang ibu tidak ingin hal tersebut terjadi.

Lalu, bagaimana kita bisa mengetahui apakah seorang ibu hamil terkena penyakit Diabetes gestasional?Untuk mengetahui apakah seorang ibu hamil mengalami penyakit tersebut tentunya dengan cara melakukan tes yaitu tes toleransi glukosa oral atau oral glucose tolerance test (OGTT). Jika ibu hamil tersebut termasuk kedalam golongan yang berisiko tinggi mengalami diabetes maka akan dilakukan tes tersebut antara minggu ke-24 dan minggu ke-28 pada masa kehamilan.

Apabila hasil dari tes tersebut di dalam urine, terdapat gula maka kemungkinan ibu hamil tersebut terkena diabetes gestasi. Selain itu, terdapat juga beberapa gejala yang bisa dikenali yang biasanya dialami oleh penderita diabetes gestasi seperti mudah dehidrasi, mudah merasa letih, penglihatan tidak jelas dan sering buang air kecil.

Maka dari itu,  untuk menghindari penyakit tersebut diperlukan tindakan untuk pencegahan bagi Anda para ibu atau calon ibu yang merencanakan kehamilan. Pencegahan tersebut berupa mengatur berat badan Anda, menjaga kondisi tubuh dan melakukan pengecekan kadar gula darah secara rutin untuk mengetahui dan mengkontrol kadar gula darah di dalam tubuh agar tidak terkena diabetes gestasional pada ibu hamil.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: BabyCenter.html



Terima kasih untuk Like/comment FB :