Diabetes Gestasional (Penyebab dan Risiko)

Diabetes gestasional ialah diabetes yang terjadi pada saat dan selama kehamilan. Pada awal kehamilan, glukosa darah ibu akan melalui plasenta menuju janin. Hal ini mengakibatkan glukosa darah ibu turun sehingga mencapai kadar normal, sekitar 60-70 mg/dl. Glukosa darah ibu dapat mencapai janin melalui plasenta dengan cara difusi fasilitasi. Dengan meningkatnya umur kehamilan, bersamaan dengan terbentuknya plasenta akan terjadi peningkatan kadar beberapa hormon, antara lain progesteron, estrpgen, kortisol, human placenta lactogen (hPL), yang bersifat antagonis terhadap insulin.



diabetes gestasional
Alat cek gula darah merek Nesco

Terjadinya Diabetes Gestasional

Sekresi “Human Placenta Lactogen” akan meningkat secara perlahan sesuai dengan besarnya placenta dan kadar tertinggi akan dicapai pada kehamilan 32 minggu, setelah itu relatif menetap. Hormon ini bersifat sebagai antagonis insulin, kerjanya menyerupai hormon pertumbuhan dan karena sifat diabetogeniknya dapat meningkatkan terjadinya ketoasidosis selama kehamilan. Hormon ini akan meningkatkan proses lipolisis trigliserid menjadi asam lemak. Peningkatan asam lemak bebas akan meningkatkan resistensi jaringan terhadap insulin.

Kortisol dihasilkan oleh ibu maupun plasenta. Pada wanita hamil kadar hormon ini mengalami peningkatan sampai tiga kali lebih besar dibanding dengan sebelum hamil. Hal ini akan mengakibatkan meningkatnya kadar glukosa darah dan meningkatnya kebutuhan insulin. Hiperkortisolisme ini menyebabkan peningkatan resistensi jaringan terhadap insulin. Hiperkortisolisme terutama terjadi pada pagi hari.

Resistensi insulin pada diabetes gestasional adalah tipe perifer dan disebabkan karena perubahan hormonal selama kehamilan. Mekanisme resistensi insulin ini terjadi pada tingkat reseptor dari sel target. Pada diabetes gestasional terjadi resistensi insulin karena menurunnya jumlah reseptor insulin dan berkurangnya sensitivitas insulin tanpa adanya penurunan aktivitas insulin kinase.

Sekresi glukagon pada kehamilan akan meningkat. Glukagon tidak mempunyai efek antagonis insulin. Sekresi glukagon yang meningkat adalah untuk mengimbangi keadaan hiperinsulinemia selama kehamilan. Pada awal kehamilan, kadar insulin basal adalah tetap atau sedikit menurun. Setelah melewati pertengahan kehamilan, dengan adanya hiperplasia sel-sel beta pankreas akan terjadi peningkatan sekresi insulin, sedangkan pada awal kehamilan kadar glukosa darah puasa akan lebih rendah dari normal dan keadaan ini akan terus menerus turun secara progresif selama kehamilan sehingga cenderung menjadi hipoglikemia. Keadaan ini disebut dengan istilah “Acceleratd Starvation”, yang disebabkan oleh karena peningkatan kadar insulin, meningkatnya pengambilan glukosa oleh plasenta dan janin, produksi oleh hati yang subnormal dan menurunnya reabsorbsi glukosa oleh ginjal.

Pada akhir kehamilan, hormon-hormon stres juga akan meningkat dan menyebabkan diabetes gestasional. Peningkatan hormon stres dan antagonis insulin menyebabkan hiperglikemia yang lebih berat, disertai dengan meningkatnya sekresi insulin. Pada sebagian kecil wanita hamil, sel-sel beta pankreasnya tidak mampu memberikan respon yang adekuat untuk melawan resistensi insulin yang terjadi sehingga terjadi intoleransi glukosa dalam berbagai tingkat yang disebut diabetes gestasional.

Meningkatnya hormon-hormon antagonis insulin disertai dengan resistensi insulin selama kehamilan akan memperberat gangguan metabolisme karbohidrat yang sudah ada. Pada kehamilan, diabetes melitus cenderung lebih berat dan mempermudah terjadinya komplikasi antara lain retinopati, nefropati, neuropati dan ketoasidosis.

Risiko Lain Diabetes Gestasional

Pada kehamilan, retinopati cenderung menjadi lebih buruk. Retinopati sering timbul pertama kali pada saat hamil. Retinopati preproliferatif dapat berkembang menjadi retinopati proliferatif dan akhirnya dapat mengakibatkan kebutaan. Kehamilan juga dapat mempercepat timbulnya nefropati dan dapat memperberat nefropati yang telah ada. Pada wanita penderita diabetes melitus dengan komplikasi nefropati, jika hamil akan mempunyai risiko yang tinggi terjadinya abortus dan preeklampsia.

Neuropati dapat timbul pertama kali pada diabetes gestasional. Neuropati yang telah ada dapat bertambah berat selama kehamilan, tetapi bukan merupakan hal serius. Neuropati otonom dapat menambah berat keluhan pada wanita yang mengalami hiperemesis gravidarum. Kadar glukosa darah ibu dengan diabetes melitus yang hamil cenderung meningkat. Peningkatan kebutuhan insulin menyebabkan kecenderungan terjadinya ketoasidosis.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: ncbi.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :