Diabetes Gestational (Cara Pendiagnosaan)

Diabetes gestational pada awalnya didefinisikan sebagai penurunan toleransi karbohidrat pada saat pertama diidentifikasi hamil. Namun, pada tahun 2010 definisinya berubah. Definisinya berubah menjadi sebagai berikut: Diabetes gestational adalah intoleransi karbohidrat yang ditemukan untuk pertama kali selama kehamilan. Dengan demikian, gangguan hiperglikemia yang diduga telah diabaikan sampai kehamilan, dikecualikan dari definisi diabetes gestational dan malah didiagnosis sebagai diabetes pada kehamilan. Diabetes gestasional merupakan penyebab dasar diabetes tipe 2, yang populasinya semakin banyak di seluruh dunia.



diabetes gestational
Alat cek gula darah merek GlucoDr


Faktor genetik adalah faktor utama penyebab diabetes ini, selain faktor lainnya seperti kurang olahraga, obesitas yang disebabkan oleh lemak tinggi, stres, dan penuaan yang mengganggu kinerja insulin. Di Jepang, terdapat kecenderungan yang jelas terhadap penundaan pernikahan dan kelahiran anak. Pada masa yang akan datang jumlah perempuan dengan diabetes melitus gestasional (GDM) selama kehamilan diperkirakan akan meningkat lebih banyak lagi. Ini adalah fakta bahwa diketahui insidensi diabetes gestational meningkat sekitar 8 kali untuk wanita hamil berusia 35 tahun dan lebih dibandingkan dengan wanita berusia 25 tahun atau di bawahnya.

Diagnostik Diabetes Gestational

Hingga saat ini, kriteria diagnostik untuk diabetes gestational tidak universal, terdapat perbedaan kriteria dari satu negara dengan negara lainnya. Pada tahun 2010, berdasarkan pada hasil Hyperglycemia and Adverse Pregnancy Outcome (HAPO) Study dan International Association of the Diabetes and Pregnancy Study Groups (IADPSG) mengusulkan standar universal untuk mendiagnosis GDM.

Di Jepang, Japan Society of Obstetrics and Gynecology (JSOG) dan Japan Diabetes Society juga mengakui kriteria diagnostik yang universal untuk GDM pada bulan Mei-Juni 2010. Perbedaan terbesar antara kriteria universal dan kriteria sebelumnya adalah bahwa diagnosis GDM dibuat jika salah satu dari tiga nilai tes bernilai 75 g untuk oral glucose tolerance test (OGTT) (Nilai puasa OGTT, nilai OGTT 1 jam, nilai OGTT 2 jam) tidak normal. Sampai sekarang frekuensi GDM adalah 2,92%. Namun, bagaimanapun, hal ini dapat meningkat sekitar empat kali lipat dengan kriteria diagnostik yang baru.

Diabetes gestational dapat mengakibatkan risiko komplikasi baik pada ibu hamil atau maternal dan pada janin atau fetal. Terdapat peningkatan risiko komplikasi maternal dalam kasus wanita dengan komplikasi diabetes, yaitu bahwa selama kehamilan terdapat risiko diabetes retinopati dan nefropati diabetik bisa memburuk dan ketoasidosis dapat meningkat. Peningkatan risiko komplikasi obstetri dapat meningkatkan kejadian persalinan prematur, operasi sesar, distosia bahu karena makrosomia, dan induksi persalinan. Peningkatan risiko komplikasi perinatal dapat meningkatkan kejadian makrosomia, pertumbuhan dan perkembangan janin terhambat dalam rahim, komplikasi neonatal (hipoglikemia, polisitemia, hiperbilirubinemia, dan lain-lain). GDM bisa meningkatkan risiko ibu untuk mengidap penyakit diabetes tipe 2 di masa yang akan datang.

Secara umum komplikasi yang dapat terjadi pada ibu akibat diabetes gestational adalah:

1.     Komplikasi Diabetes
  • Diabetik Ketoasidosis;
  • Memburuknya Retinopati Diabetik;
  • Memburuknya Nefropati Diabetik;
  • Hipoglikemia (ketika menggunakan insulin).

2. Komplikasi Obstetri
  • Abortus spontan;
  • Lahir Prematur ;
  • Hipertensi dalam Kehamilan;
  • Hidramnion;
  • Distosia Bahu.

Pada bayi atau janin, komplikasi yang dapat terjadi adalah:
  • Distress janin/kematian janin;
  • Kelainan kongenital;
  • Makrosomia;
  • Cedera akibat persalinan dengan distosia bahu
  • Pertumbuhan janin terhambat;
  • Hipoglikemi pada neonatal;
  • Hiperbilirubin pada neonatal;
  • Hipokalsemi pada neonatal;
  • Polisitemia pada neonatal;
  • Distress sistem pernapasan;
  • Kardiomiopati.
     

Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: www.med.or.jp



Terima kasih untuk Like/comment FB :