Diabetes Hamil (Gestational Diabetes)

Diabetes hamil atau gestational diabetes melitus (GDM) adalah gangguan toleransi glukosa berbagai tingkat yang diketahui pertama kali saat hamil tanpa membedakan apakah penderita memerlukan terapi insulin atau tidak. GDM berhubungan dengan resisten insulin yang kronik, perubahan genetik dan perbedaan transport plasenta dibandingkan dengan perempuan hamil tanpa diabetes. Namun, dari pengertian tersebut belum dapat diketahui, apakah insulin bisa digunakan untuk pengobatan atau keadaan yang terus berlangsung setelah kehamilan. Secara global WHO (World Health Organization) memperkirakan diabetes menyebabkan sekitar 60% kematian dan 43% kesakitan di seluruh dunia.



diabetes hamil
Alat cek gula darah merek Easy Touch


Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 1992, lebih dari 100 juta penduduk dunia menderita diabetes melitus dan pada tahun 2000 jumlahnya meningkat menjadi 150 juta. Indonesia menempati urutan keempat dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia setelah India, Cina, dan Amerika Serikat.

Diabetes melitus merupakan penyakit yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Diabetes melitus adalah suatu keadaan  kadar gula dalam darah tinggi (hiperglikemia) yang sifatnya kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal. Diabetes hamil atau diabetes melitus gestasional tidaklah jarang ditemukan. Di Indonesia, dengan menggunakan kriteria diagnosis O’Sullivan-Mahan dilaporkan prevalensi diabetes melitus gestasional adalah sebesar 1,9–3,6 % pada kehamilan umumnya, sedangkan pada ibu hamil dengan riwayat keluarga menderita diabetes melitus, prevalensinya menjadi 5,1 %.

Diabetes hamil atau diabetes melitus gestasional didefinisikan sebagai suatu gangguan toleransi glukosa yang timbul atau pertama kali dideteksi pada saat kehamilan. Kondisi ini terjadi pada 3-8% perempuan hamil. Diabetes hamil atau diabetes melitus gestasional merupakan salah satu faktor resiko terjadinya komplikasi pada janin dan berkaitan dengan timbulnya diabetes gestasional tipe 2.

Faktor Risiko Diabetes Hamil

Faktor risiko diabetes hamil atau gestasional diabetes melitus adalah :
  • Memiliki riwayat kehamilan sebelumnya dengan diabetes gestasional;
  • Memiliki bayi yang lahir dengan berat lebih dari 9 pounds;
  • Kelebihan berat badan atau obesitas;
  • Berusia lebih dari 25 tahun;
  • Memiliki riwayat keluarga diabetes. Ras Afrika Amerika, Hispanik, Indian Amerika, Asli Alaska, Asli Hawaii, atau Kepulauan Pasifik;
  • Sedang dirawat untuk HIV.

Kebanyakan wanita diskrining untuk Diabetes hamil atau diabetes gestasional pada 24-28 minggu kehamilan selama kehamilan. Skrining ini dilakukan oleh petugas kesehatan, biasanya oleh para dokter atau bidan dengan menggunakan alat untuk mengukur kadar gula darah. Diabetes hamil atau diabetes gestasional merupakan masalah dalam kehamilan karena dapat menyebabkan:

Bagi Ibu
Resiko terkena diabetes tipe 2 meningkat. Risiko melahirkan bayi yang besar (kondisi yang dikenal sebagai makrosomia). Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan selama beberapa bulan terakhir kehamilan. Memiliki bayi besar dapat menyebabkan operasi sesar (C-section). Jika melakukan operasi sesar, mungkin dapat memakan waktu lebih lama untuk pulih setelah melahirkan.

Bagi Bayi
Bayi besar lebih memungkinkan untuk menderita trauma kelahiran. Segera setelah melahirkan, bayi mungkin akan memiliki gula darah rendah. Hal ini dapat diobati dengan pemberian makan awal dan tidak akan menimbulkan efek jangka panjang. Mengingat bahaya yang dapat terjadi pad ibu dan bayi, ibu harus mengambil langkah- langkah berikut sebelum hamil:
  • Berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan tentang bagaimana mengurangi risiko diabetes gestasional sebelum hamil;
  • Jadilah aktif secara fisik;
  • Lakukan aktivitas fisik sedang setidaknya 30 menit dengan intensitas lima hari seminggu. Misalnya dengan melakukan jalan cepat, membersihkan halaman, dan bermain dengan anak-anak, atau naik sepeda serta bermain sepak bola;
  • Membuat pilihan makanan sehat dengan makan berbagai makanan yang rendah lemak dan mengurangi jumlah kalori yang dimakan per hari;
  • Menjaga berat badan yang ideal.

Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: cdc.gov



Terima kasih untuk Like/comment FB :