Diabetes Insipidus Sentral dan Nefrogenis

Diabetes insipidus sentral merupakan bagian dari penyakit diabetes melitus. Diabetes melitus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian di dunia. Pada sebuah penelitian di Amerika serikat, diabetes melitus menduduki posisi ke-6 sebagai penyakit yang menyebabkan kematian di negara itu. Selama ini penyakit diabetes yang sangat akrab dengan telinga kita adalah penyakit diabetes melitus atau yang dikenal dengan sebutan penyakit kencing manis. Namun,  penyakit diabetes di dunia ini bukan hanya terdapat diabetes melitus saja, akan tetapi terdapat juga diabetes insipidus.



diabetes insipidus sentral
Alat cek gula darah merek Nesco


Diabetes melitus dan diabetes insipidus nampaknya terlihat hampir mirip karena di dalam kedua jenis diabetes tersebut memilki gejala yang sama yaitu adanya produksi urin yang berlebihan (polyuria) sehingga menyebabkan penderita sering buang air kecil. Namun,   pada kenyataannya kedua jenis diabetes tersebut sangatlah berbeda. Pada diabetes insipidus, urin yang dikeluarkan tidak mengandung gula atau glukosa, tidak seperti diabetes melitus yang didalam urinnya terdapat kandungan gula. Di dalam diabetes melitus, hormon yang memiliki peran adalah hormon insulin, sedangkan pada diabetes insipidus; hormon yang memiliki peran adalah hormon antidiuretik (ADH).

Diabetes Insipidus Sentral dan Nefrogenis

Sama halnya seperti diabetes melitus yang memilki 2 tipe, di dalam diabetes insipidus juga dibagi ke dalam dua jenis, yaitu:

Diabetes insipidus sentral 
Diabetes insipidus sentral terjadi karena terdapatnya gangguan dalam proses pembentukan hormon antidiuretik, contohnya vasopressin (AVP). Vasopressin tersebut memiliki peran untuk mengatur sedikit atau banyaknya air urin yang akan dikeluarkan dari tubuh. Pembentukan hormon ini terjadi di bagian otak yaitu pada hipotalamus.

Pada diabetes insipidus sentral, yang menjadi faktor utama penyebabnya adalah adanya gangguan pada hipotalamus yang seharusnya memproduksi hormon antidiuretik. Biasanya yang menyebabkan gangguan pada hipotalamus antara lain sebagai berikut:
  • Penderita diabetes insipidus sentral pernah melakukan operasi otak sebelumnya dan terdapat cedera pada bagian hipotalamus;
  • Terjadinya gangguan kesehatan atau terjadi kerusakan pada kelenjar hipofisis yang memiliki fungsi untuk mengeluarkan hormon ke peredaran darah dalam tubuh;
  • Terdapat tumor pada hipotalamus yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pada kinerja bagian otak tersebut dalam pembentukan hormon;
  • Adanya gangguan pada pembuluh darah, contohnya penyumbatan pembuluh arteri yang terhubung ke otak. Hal tersebut dapat menyebabkan terganggunya kinerja hipotalamus dalam memproduksi hormon.

Diabetes Insipidus Nefrogenis 
Diabetes insipidus nefrogenis terjadi akibat tidak adanya respon dari ginjal terhadap hormon vasopressin yang menjadi hormon antidiuretik. Akibatnya meskipun hormon ini diproduksi secara normal, tetap saja tidak akan dapat mengatur sedikit atau banyaknya air urin yang akan dikeluarkan dari tubuh karena organ ginjal tidak dapat merespons hormon tersebut.

Dari penjelasan diatas dapat dikatakan bahwa yang menjadi penyebab utama diabetes insipidus nefrogenis adalah terdapatnya gangguan pada ginjal. Penyebab gangguan tersebut antara lain:
  • Penderita sering mengkonsumsi obat-obatan ataupun senyawa kimia yang tidak dapat diproses sehingga kemudian akan mengalami penumpukan dalam ginjal;
  • Terdapatnya ketidakstabilan kandungan kalsium yang terdapat di dalam darah;
  • Penderita mengalami penyakit ginjal seperti ginjal kronik atau gagal ginjal.

Setelah memahami penjelasan diatas, maka dari itu,  jagalah kesehatan anda. Konsumsilah makanan yang baik bagi kesehatan tubuh, seperti makanan yang banyak mengandung nutrisi seperti kalsium, omega 3, makanan berserat tinggi dan vitamin D yang dapat membantu dalam proses pencernaan makanan.

Jadi, baik dalam diabetes insipidus maupun diabetes insipidus cara pencegahannya adalah sama yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat. Dengan pola hidup sehat kita dapat terhindar dari penyakit yang tidak kita harapkan.


Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: anneahira.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :