Diabetes Kering Dan Basah

Diabetes kering dan basah merupakan sebutan masyarakat terhadap penyakit diabetes melitus. Disebut diabetes kering dan basah dikarenakan terdapat beberapa gejala yang menandakan adanya diabetes kering dan basah. Dalam penyakit diabetes, masyarakat pada umumnya mengenal istilah diabetes kering dan basah. Tetapi pada dunia kedokteran tidak digunakan istilah tersebut. Yang digunakan adalah diabetes tipe 1 dan tipe 2. Pada dasarnya istilah diabetes kering dan basah merupakan sebutan untuk diabetes tipe 2. Namun, yang membedakannya adalah tanda gejala yang timbul pada penderita diabetes tersebut.



diabetes kering dan basah
Alat cek gula darah merek GlucoDr

Perbedaan Diabetes Kering dan Basah

Pada diabetes kering, tanda gejala yang muncul merupakan tanda gejala pada tahap awal diabetes tipe 2. Sedangkan pada diabetes basah, tanda gejala yang muncul merupakan tanda gejala tahap akhir dari diabetes tipe 2.

Tanda gejala pada diabetes kering:
  • Peningkatan rasa lapar. Hal ini terjadi akibat glukosa darah yang terus dibuang tanpa disalurkan ke sel-sel tubuh;
  • Peningkatan rasa haus dan seringnya buang air kecil. Hal ini terjadi akibat pembuangan glukosa dan air ke dalam urin secara terus menerus tanpa melalui proses penyaringan yang normal (dehidrasi);
  • Mulut kering akibat dehidrasi;
  • Napas berbau buah. Hal ini terjadi akibat pembentukan keton (zat yang baunya menyerupai buah-buahan) sebagai hasil proses pembakaran lemak dengan aseton sebagai sumber energi; Penglihatan yang kabur. Hal ini terjadi akibat kadar gula darah yang tinggi yang membuat perubahan lensa mata;
  • Pegal otot akibat dehidrasi;
  • Sensitif. Hal ini karena fluktuasi gula darah yang membuat mood berubah-ubah;
  • Sakit kepala akibat gula darah, penglihatan yang kabur dan tekanan darah tinggi;
  • Gatal yang juga akibat kadar gula darah yang tinggi;
  • Berat badan yang turun drastis akibat dehidrasi dan pembakaran lemak terus menerus.

Tanda gejala pada diabetes basah:
  • Adanya peningkatan rasa lapar;
  • Peningkatan rasa haus dan seringnya buang air kecil;
  • Mulut kering akibat dehidrasi;
  • Napas berbau buah;
  • Penglihatan yang kabur;
  • Pegal otot akibat dehidrasi;
  • Sensitif;
  • Sakit kepala akibat gula darah, dan tekanan darah tinggi;
  • Gatal-gatal;
  • Penurunan berat badan yang drastis akibat dehidrasi dan pembakaran lemak terus menerus.

Bila dilihat secara umum, tanda gejala diabetes kering dan basah hampir sama. Perbedaannya terletak pada keadaan fisik dari penderita. Pada diabetes kering biasanya terdapat infeksi pada jaringan kulit, jaringan saraf, dan jaringan otot. Infeksi ini diakibatkan oleh bakteri Clostridium perfringens atau Bacillus fusiformis. Secara alami, infeksi biasanya terjadi pada daerah yang lembap, seperti mulut, usus, paru-paru, serviks dan juga vulva. Sedangkan pada penderita diabetes banyak basah, infeksi terjadi di daerah kaki.

Selain itu, tanda dan gejala diabetes basah yang paling mudah terdeteksi adalah adanya infeksi yang sebenarnya berawal dari luka kecil yang berkembang menjadi luka besar. Karena kadar gula darah yang tinggi, luka menjadi susah sembuh. Keadaan ini membuat bakteri hinggap dan akhirnya tumbuh berkembang sehingga infeksi bertambah parah. Jika dibiarkan, keadaan ini bisa berujung pada kebusukan sehingga bagian tersebut harus diamputasi (dipotong). Waspadai apabila mengalami gejala dan tanda-tanda diabetes, segera lakukan pemeriksaan sebelum mengalami diabetes yang lebih parah, sedangkan pada diabetes kering, luka yang terjadi masih dapat disembuhkan karena kadar gula darah masih belum terlalu tinggisehingga luka yang timbul dapat mengering dan tidak membusuk. Pada diabetes kering komplikasi masih dapat dihindari dengan cara mengontrol kadar gula darah agar dapat mendekati nilai normal. Sedangkan pada diabetes basah komplikasi sangat kecil sekali untuk dapat dihindari karena kadar gula darahnya sudah terlampau tinggi. Untuk menghindari komplikasi pada diabetes basah yang dilakukan adalah perawatan pada luka dengan cara yang benar.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: meetdoctor.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :