Diabetes Ketoasidosis dan Pengobatannya

Diabetes ketoasidosis adalah kondisi medis darurat yang dapat mengancam jiwa bila tidak ditangani secara tepat. Insiden dari kondisi ini bisa terus meningkat dimana tingkat mortalitas sebesar 1-2 persen yang telah dibuktikan sejak tahun 1970-an. Diabetes ketoasidosis paling sering terjadi pada pasien penderita diabetes tipe 1 (pada awalnya disebut insulin-dependent diabetes melitus), akan tetapi kemungkinan terjadinya kondisi tersebut pada pasien penderita diabetes tipe 2 (yang pada mulanya disebut non-insulin dependent diabetes melitus), terutama pasien kulit hitam yang gemuk adalah tidak sejarang yang diduga.



diabetes ketoasidosis
Alat cek gula darah merek GlucoDr


Pada penyakit diabetes terjadi defisiensi insulin yang ditandai dengan adanya polidipsia, poliuria dan penurunan berat badan walaupun orang tersebut mempunyai kalori yang cukup dalam tubuhnya. Kadar gula darah secara normal jarang sekali melebihi 120 mg/dl. Namun, pada orang yang mengalami defisiensi insulin kadarnya akan lebih tinggi. Hal ini akan terjadi bila kadar glukosa plasma dapat dicapai lebih dari 180 mg/dl sehingga reabsorpsi glukosa pada tubulus renalis di ginjal akan dilampaui.  Pada akhirnya glukosa akan dikeluarkan bersamaan dengan urinsehingga pada penderita penyakit diabetes melitus ini, pada urinnya di dapatkan kandungan glukosa.

Akibat hal tersebut pula maka volume urin akan meningkat dan menyebabkan terjadinya diuresis osmotik serta kehilangan air yang bersifat obligatorik pada saat bersamaansehingga kejadian ini juga dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi dan adanya rasa haus serta akan timbul gejala berupa banyak minum. Keluarnya glukosa bersamaan dengan urin dapat menyebabkan tubuh mengalami kekurangan kalori yang cukup tinggi. Kehilangan kalori ini bila ditambah dengan deplesi jaringan otot dan adiposa, dapat membuat orang tersebut mengalami penurunan berat badan yang besar walaupun terdapat peningkatan nafsu makan dan pemasukan akan kalori ikut meningkat.

Penanganan Diabetes Ketoasidosis

Penanganan pasien penderita diabetes ketoasidosis adalah dengan memperoleh riwayat menyeluruh dan tepat serta melaksanakan pemeriksaan fisik sebagai upaya untuk mengidentifikasi kemungkinan faktor faktor pemicu. Pengobatan utama terhadap kondisi ini adalah rehidrasi awal (dengan menggunakan isotonic saline) dengan pergantian potassium serta terapi insulin dosis rendah. Penggunaan bikarbonate tidak direkomendasikan pada kebanyakan pasien.

Cerebral edema, sebagai salah satu dari komplikasi diabetes ketoasidosis yang paling langsung, lebih umum terjadi pada anak anak dan anak remaja dibandingkan pada orang dewasa. Follow-up pasien secara kontinu dengan menggunakan algoritma pengobatan dan flow sheets dapat membantu meminimumkan akibat sebaliknya. Tindakan tindakan preventif bisa dilakukan dengan memberi penjelasan kepada pasien serta memberikan instruksi kepada pasien untuk segera menghubungi dokter sejak dini selama terjadinya penyakit Penanganan DKA (diabetic ketoacidosis). Adapun Penanganan DKA  memerlukan pemberian tiga agent berikut:
  • Cairan. Pasien penderita DKA biasanya mengalami deplesi cairan yang hebat dan adalah penting untuk mengekspansi nilai ECFnya dengan saline untuk memulihkan sirkulasinya;
  • Insulin. Insulin intravena paling umum dipergunakan. Insulin intramuskular adalah alterantif bila pompa infusi tidak tersedia atau bila akses vena mengalami kesulitan, misalnya pada anak anak kecil.;
  • Potassium. Meskipun ada kadar potassium serum normal. Namun,  semua pasien penderita DKA mengalami deplesi kalium tubuh yang mungkin terjadi secara hebat.

Dalam kebanyakan kasus, terapi rehidrasi dan insulin akan mengatasi asidosis metabolik dan tidak acta terapi lanjutan akan diindikasikan. Namun,   demikian, dalam kasus kasus yang paling parah, bila konsentrasi ion hidronRen lebih tinggi dari 100 nmol/l, maka kalium bikarbonat dapat diindikasikan.

Penanganan diabetes ketoasidosis, sekitar 0,9% yakni akan pulih kembali selama defisit cairan dan elektrolit pasien semakin baik. Insulin intravena diberikan melalui infusi kontinu dengan menggunakan pompa otomatis dan suplemen potasium ditambahkan ke dalam regimen cairan. Bentuk penanganan yang baik atas seorang pasien penderita diabetes ketoasidosis atau DKA (diabetic ketoacidosis) adalah melalui monitoring klinis dan biokimia yang cermat.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: internist.weebly.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :