Diabetes Kronis Penyebab Periodontitis

Diabetes kronis ialah penyakit diabetes melitus yang terjadi dalam kurun waktu yang lama. Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemi karena terganggunya aktivitas insulin. Pada kondisi ini akan terjadi peningkatan kadar glukosa darah karena produksi insulin berkurang, disfungsi insulin atau berkurangnya respon terhadap reseptor insulin pada organ target. Penyakit ini dapat menyerang segala lapisan umur dan sosial ekonomi. Prevalensi diabetes tidak mudah untuk ditentukan karena banyak penderita diabetes yang tidak terdiagnosis dan tidak menyadari status penyakit mereka.



diabetes kronis
Alat cek gula darah merek Easy Touch


Berdasarkan tanda dan gejalanya, diabetes kronis dapat diklasifikasikan menjadi empat bagian. Diabetes melitus tipe 1, diabetes melitus tipe2, diabetes melitus gestational dan diabetes melitus tipe lain. Diabetes melitus tipe 2 merupakan bentuk penyakit yang paling umum dan terjadi pada 86 persen dari semua kasus diabetes kronis. Terdapat banyak komplikasi dari diabetes kronis tipe 2. Beberapa di antaranya adalah mempercepat arterosklerosis pembuluh darah besar yang menyebabkan penyakit jantung koroner (angina atau serangan jantung), rasa sakit anggota tubuh karena berkurangnya pasokan darah dan beberapa komplikasi mikrovaskuler termasuk retinopati (kebutaan), nefropati (menyebabkan kegagalan ginjal) dan neuropati. Selain itu juga terdapat manifestasi oral dari diabetes kronis di antaranya adalah serostomia serta kerentanan terhadap penyakit periodontal.

Diabetes melitus tipe 2, disebut juga non-insulin-dependent diabetes. Diabetes melitus tipe 2 ini merupakan jenis diabetes yang paling sering diderita dan sering terjadi pada usia 40 tahun yang disebabkan karena menurunnya respon insulin terhadap organ atau disebut juga dengan insulin resistance. Serangan dari diabetes kronis tipe ini berangsur-angsur tidak seperti diabetes tipe 1, dimana kondisi ini sering terjadi pada penderita yang mengalami obesitas. Selain itu, risiko terjadinya diabetes meningkat dengan bertambahnya usia dan kurangnya aktivitas fisik. Pasien dengan diabetes tipe ini sering mengalami hipertensi dan dyslipidema. Diabetes tipe 2 sering dikaitkan dengan usia, kegemukan, riwayat keluarga, riwayat diabetes kehamilan, gangguan metabolisme glukosa, aktivitas fisik, ras atau etnis. Terdapat beberapa faktor risiko diabetes melitus tipe 2 di antaranya adalah obesitas, kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, keturunan atau genetik, usia dan meningkatnya tekanan darah dan kolesterol. Faktor risiko utama terjadinya diabetes melitus tipe 2 adalah obesitas. Ketika seseorang mengalami obesitas, sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin.

Beberapa bukti menunjukan bahwa sel-sel lemak menyebabkan resistensi terhadap insulin dari sel-sel otot. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Pusat Statistik Kesehatan Nasional, dinyatakan bahwa jumlah anak dengan kelebihan berat badan telah meningkat tiga kali lipat sejak tahun 1980 diikuti jumlah anak yang menderita diabetes kronis tipe 2. Selain obesitas, makanan yang tidak sehat juga memberikan kontribusi besar untuk terjadinya obesitas.

Hubungan Diabetes Kronis dengan Penyakit Periodontitis

Makanan dengan sedikit serat dan karbohidrat sederhana dapat meningkatkan terjadinya obesitas yang merupakan faktor risiko utama diabetes melitus. Terdapat bukti yang kuat bahwa diabetes melitus merupakan faktor risiko gingivitis dan periodontitis. Selain itu, tingkat kontrol glikemik menjadi faktor penting dalam hubungan ini. Menurut penelitian epidemiologi, diabetes kronis pada orang dewasa sering menunjukkan peningkatan yang luas dari keparahan periodontitis.

Diabetes mempengaruhi semua parameter periodontal,termasuk skor pendarahan, kedalaman saku, kehilangan perlekatan dan kehilangan gigi. Polymorphonuclear leukosit merupakan sel pertahanan utama dari periodonsium. Fungsi sel yang terlibat dalam respon pertahanan ini adalah neutrofil, monosit dan makrofag. Penderita diabetes yang tidak terkontrol akan menderita kelainan fungsi sel pertahanan utama yaitu tidak seimbangnya fungsi kemotaksis dan fagositosis yang menyebabkan penderita diabetes kronis lebih rentan terhadap infeksi.

Terganggunya fungsi fagositosis neutrofil dapat meningkatkan jumlah bakteri di poket periodontal sehingga meningkatkan kerusakan periodontal. Selain itu adanya respon yang berlebihan dari immunoinflammatory lain pada penderita diabetes. Sebagai contoh meningkatnya produksi tumor nekrosis alpha (TNF-α) oleh makrofag dan monosit pada waktu terjadinya inflamasi dalam merespon patogen penyakit periodontal, akibatnya dapat meningkatkan kerusakan jaringan pejamu. Peningkatan jumlah TNF-α ini ditemukan dalam darah, menunjukan adanya respon yang berlebihan dari sistem pertahanan tubuh secara sistemik dan lokal.

Selain itu, periodontitis juga dapat memperburuk kontrol glikemik pada penderita diabetes melitus. Penyakit periodontal dapat meningkatkan tingkat keparahan diabetes melitus. Pada penelitian tersebut dinyatakan bahwa terdapat hubungan dua arah antara diabetes melitus dengan penyakit periodontal, dimana penyakit periodontal dan diabetes melitus berinteraksi untuk meningkatkan kerusakan jaringan. Infeksi kronis dalam respon inflamasi pada penderita diabetes melitus, akan meningkatkan kerusakan jaringan periodonsium pada penderita diabetes, sedangkan infeksi periodontal dapat menyebabkan keadaan resistensi insulin kronis sehingga mengubah kontrol metabolisme glukosa. Dengan demikian, terjadi siklus degeneratif dimana diabetes menyebabkan penurunan imunitas yang kemudian mempengaruhi kontrol metabolisme glukosa dan memberikan dampak negatif terhadap diabetes.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: perio.org



Terima kasih untuk Like/comment FB :