Diabetes Luka di Kaki (Ulkus Kaki Diabetik)

Diabetes luka di kaki merupakan kejadian yang paling sering terjadi pada penderita penyakit diabetes melitus. Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan yang terjadi akibat metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh karena gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin.



diabetes luka di kaki
Alat cek gula darah merek Easy Touch


Akibat proses tersebut, pada penderita diabetes dapat terjadi berbagai macam komplikasi. Salah satunya komplikasi yang dapat terjadi pada kaki yaitu berupa luka di kaki. Luka di kaki disebut juga sebagai ulkus kaki. Ulkus kaki diabetik adalah kaki pada pasien dengan diabetes melitus yang mengalami perubahan patologis akibat infeksi, ulserasi yang berhubungan dengan abnormalitas neurologis, penyakit vaskular perifer dengan derajat bervariasi dan atau komplikasi metabolik dari diabetes pada ekstrimitas bawah. Prevalensi ulkus kaki diabetik pada populasi diabetes adalah 4–10%, lebih sering terjadi pada pasien usia lanjut. Sebagian besar (60-80%) ulkus akan sembuh sendiri, 10-15% akan tetap aktif, dan 5-25% akan berakhir pada amputasi dalam kurun waktu 6-18 bulan dari evaluasi pertama. Faktor risiko pada ulkus kaki diabetik adalah neuropati diabetik, penyakit arteri perifer, dan trauma pada kaki.

Perawatan Diabetes Luka di Kaki (Ulkus Kaki Diabetik)

Pemeriksaan fisik pada diabetes luka di kaki atau kaki diabetik melalui pemeriksaan terhadap kulit, vaskular, neurologi dan sistem muskuloskeletal. Klasifikasi Wagner adalah yang paling popular dan tervalidasi untuk klasifikasi ulkus kaki diabetik. Tujuan utama dari tatalaksana ulkus kaki diabetik adalah untuk penyembuhan luka yang lengkap.

Gold standard untuk terapi diabetes luka di kaki atau ulkus kaki diabetik meliputi debridement luka, tatalaksana infeksi, prosedur revaskularisasi atas indikasi dan off-loading ulkus. Debridement harus dilakukan pada semua luka kronis untuk membuang jaringan nekrotik dan debris. Surgical debridement adalah metode yang paling efisien dan langsung untuk membersihkan luka, yang dipertimbangkan sebagai gold standard.

Tindakan ini dilakukan menggunakan blade scalpel, selanjutnya semua jaringan nekrotik dibuang hingga jaringan dasar ulkus yang sehat. Bau adalah indikator yang baik untuk menilai keberhasilan debridement. Jika luka tidak berbau, bisa menjadi tanda bahwa tindakan debridement berhasil. Jika dicurigai terdapat iskemia berat, debridement yang agresif harus ditunda hingga pemeriksaan vaskular dilakukan dan jika diperlukan, prosedur revaskularisasi dapat dilakukan.

Diabetes luka di kaki ini sebaiknya dihindari oleh penderita penyakit diabetes melitus. Caranya ialah dengan menghindari kemungkinan terjadinya luka yang dapat timbul seperti selalu menggunakan alas kaki kemanapun pergi. Cara ini dapat menjadi sebagai salah satu cara yang efektif untuk mencegah terjadinya diabetes luka di kaki. Karena bila terjadi diabetes luka di kaki maka akan sangat sulit untuk melakukan penyembuhannya.

Walaupun Diabetes melitus merupakan penyakit kronik yang tidak menyebabkan kematian secara langsung, tetapi dapat berakibat fatal bila pengelolaannya tidak tepat. Pengelolaan diabetes melitus memerlukan penanganan secara multidisiplin yang mencakup terapi non-obat dan terapi obat. Terapi obat dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat-obatan farmakologis maupun obat obatan tradisional. Obat-obatan farmakologis yang dapat digunakan ialah obat hipoglikemik oral dan insulin sedangkan obat tradisional yang dapat digunakan ialah obat herbal seperti buah mengkudu dan yang lainnya.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: infokesehatan.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :