Diabetes Mellitus Gestasional Pada Ibu Hamil

Diabetes mellitus gestasional merupakan penyakit diabetes yang terjadi selama kehamilan. Kehamilan ibu penderita diabetes mellitus, maupun kehamilan dengan diabetes mellitus gestasional merupakan kehamilan dengan risiko tinggi. Beberapa pengaruh yang dapat terjadi pada penderita diabetes mellitus dengan kehamilan ataupun saat persalinan, antara lain: abortus, partus immaturus, partus prematurus, hidramnion, preeklampsia, infeksi, atonia uteri, inersia uteri, distosia bahu, kelahiran mati dan pengakhiran persalinan dengan tindakan sehingga diperlukan deteksi dini untuk penyakit diabetes mellitus gestasional untuk mencegah dari timbulnya berbagai komplikasi.



diabetes mellitus gestasional
Alat cek gula darah merek Easy Touch

Pengaruh Diabetes Mellitus Gestasional pada Ibu dan Janin

Abortus 
Terjadi sekitar 10-20% pada kehamilan dengan diabetes mellitus gestasional. Mekanisme terjadinya abortus masih belum jelas. Kejadian abortus ini berhubungan dengan tingginya kadar glukosa darah ibu selama kehamilan. Pada wanita dengan diabetes mellitus tipe 1 yang hamil dengan kadar HbA1C lebih besar dari 12% atau kadar glukosa dara preprandial lebih 120 mg% pada pertengahan trimester 1 menyebabkan peningkatan risiko terjadinya abortus dan cacat bawaan pada bayi.

Partus Immaturus dan Prematurus
Angka kejadian berkisar antara 4-11% dari kehamilan dengan diabetes mellitus gestasional. Kasus ini terutama ditemukan pada wanita diabetes mellitus yang disertai dengan angopati.

Hidramnion
Merupakan komplikasi yang khas dan sering terjadi pada wanita diabetes mellitus gestasional. Angka kejadiannya sekitar 27%, sedangkan pada kehamilan tanpa diabetes mellitus sebesar 0,5-1%. Keadaan hidramnion dengan toksemia gravidarum juga sering terjadi. Diduga hiperglikemia sebagai penyebabnya.

Preeklampsia
Kejadiannya berkisar 25%, atau 11 kali lebih tinggi dari kehamilan normal. Proteinuria pada wanita diabetes mellitus merupakan faktor risiko mayor untuk terjadinya preeklampsia. Angka kejadian yang didapatkan sebesar 7% pada wanita diabetes mellitus yang hamil dengan proteinuria kurang dari 190 mg/hari, sedangkan proteinuria 190-499 mg/hari terdapat 31% preeklampsia dan 38% preeklampsia terjadi bila proteinuria lebih dari 500 mg/hari.

Infeksi
Saluran Kemih Perubahan anatomi pada wanita hamil dapat mengganggu kelancaran keluarnya urine sehingga memudahkan terjadinya infeksi, terlebih lagi pada wanita hamil dengan diabetes mellitus. Infeksi saluran kemih yang terjadi pada wanita tersebut dua kali lebih sering bila dibandingkan dengan kehamilan normal. Angka kejadian berkisar 14, 3%, sedangkan bakteriuria asimptomatik didapatkan sebesar 31%. Pada kehamilan dengan diabetes mellitus, bakteriuria asimptomatik ini harus diobati.

Pengaruh diabetes mellitus gestasional pada janin dapat berupa cacat bawaan, makrosomia, kematian janin, hipoglikemia, sindrom gagal pernapasan, polisitemia, dan hiperbilirubinemia.

Cacat Bawaan
Organogenesis terjadi pada 7 minggu pertama kehamilan (janin baru mengsekresikan insulin pada minggu ke-8). Pengendalian kadar glukosa darah sebelum minggu ke 6-7 kehamilan sangat penting untuk mencegah terjadinya cacat bawaan tersebut. Suatu penelitian terhadap ibu penderita diabetes mellitus pregestasional yang mulai dikontrol secara ketat kadar glukosa darahnya pada minggu ke 8 kehamilan, ternyata 7,5% bayi yang dilahirkan mengalami cacat bawaan, sedangkan pada kelompok yang sudah euglikemia sebelum dan selama kehamilan tidak satupun bayi yang dilahirkan mengalami cacat bawaan. Penelitian lain menyebutkan bahwa sebesar 0,8% cacat bawaan didapat pada bayi dari ibu yang diabetesnya sudah diobati sebelum kehamilan dan 7,5% cacat bawaan terjadi pada bayi jika pengobatan baru dimulai pada minggu ke 8 kehamilan. Pengamatan HbA1C pada 14 minggu pertama kehamilan, terdapat 3,4% cacat bawaan pada kadar HbA1C kurang dari 8,5% dan 22,4% cacat bawaan terjadi pada kadar HbA1C lebih dari 8,5%.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: midwiferytoday.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :