Diabetes Melitus Insipidus (Jenis-jenis)

Diabetes melitus insipidus merupakan penyakit yang terlihat sama dengan diabetes melitus. Kedua penyakit tersebut memiliki gejala yang sama, yaitu terdapatnya produksi urin yang berlebihan (polyuria) yang menyebabkan penderita akan sering mengalami buang air kecil dan sangat mudah merasa haus karena kekurangan cairan. Namun,  kedua penyakit tersebut merupakan dua hal yang terpisah. Pada penderita diabetes insipidus, urin yang dikeluarkan tidak mengandung gula , sedangkan pada diabetes melitus urin yang dikeluarkan mengandung gula. Pada diabetes melitus, hormon yang memiliki peran yaitu hormon insulin , sedangkan pada diabetes insipidus, hormon yang memiliki peran yaitu hormon antidiuretik.



diabetes melitus insipidus
Alat cek gula darah merek Easy Touch


Diabetes melitus insipidus merupakan penyakit diabetes yang ditandai dengan gejala rasa haus yang berlebihan. Sama seperti diabetes melitus, tidak hanya orang dewasa yang dapat mengalami penyakit ini melainkan anak-anak juga dapat mengalaminya.

Untuk pengobatan diabetes melitus insipidus tentunya akan berbeda. Pengobatan penyakit diabetes ini tergantung dari jenis diabetes insipidus yang di derita. Berikut ini akan dijelaskan jenis diabetes melitus insipidus dan cara pengobatannya.

Diabetes melitus insipidus sentral

Penyakit diabetes melitus insipidus sentral terjadi karena kurangnya hormon antidiuertik di dalam tubuh. Hormon antidiuretik tersebut berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya air urin yang akan dihasilkan oleh tubuh.

Jenis penyakit ini merupakan jenis yang paling umum terjadi. Penyebab terjadinya penyakit tersebut adalah karena terdapatnya gangguan pada hipotalamus dalam memproduksi hormon. Gangguan pada hipotalamus tersebut dapat diakibatkan karena terdapatnya cedera pada hipotalamus, terdapatnya tumor pada hipotalamus tersebut dan terdapatnya gangguan pada pembuluh darah, misalnya terdapat penyumbatan pembuluh darah arteri yang dapat mengganggu kinerja hipotalamus tersebut. Selain itu, penyebabnya bisa saja karena terjadi kerusakan pada kelenjar hipofisis yang memiliki fungsi untuk mengeluarkan hormon ke peredaran darah dalam tubuh.

Untuk pengobatan diabetes insipidus sentral dapat dilakukan tanpa perawatan medis karena penyakit ini termasuk penyakit yang ringan. Penyakit tersebut dianggap ringan apabila dalam 24 jam anda hanya mengeluarkan urin sebanyak 3 sampai 4 liter urin. Jika hal tersebut terjadi, untuk meringankan gejalanya anda hanya cukup untuk lebih banyak mengkonsumsi air agar terhindar dari dehidrasi. Biasanya dokter akan menyarankan untuk meminum air sebanyak 2.5 liter dalam sehari.

Akan tetapi, jika diabetes insipidus sentral yang anda alami lebih parah, air minum saja tidak akan cukup untuk mengatasi gejala tersebut. Jika penyebab penyakit tersebut misalnya terjadi karena kekurangan hormon antidiuretik, biasanya doktor atau endokrinologi (spesialis dalam kondisi hormon) akan memberikan resep obat seperti desmopressin.

Diabetes melitus insipidus nefrogenik

Diabetes melitus insipidus nefrogenik terjadi karena terdapatanya hormon antidiuretik yang cukup dalam tabuh. Namun, ginjal tidak dapat meresponnya. Kondisi ini bisa saja disebabkan karena faktor keturunan atau karena terdapatnya gangguan pada ginjal misalnya penderita mengalami penyakit ginjal seperti ginjal kronik atau gagal ginjal. Atau mungkin terdapat penyebab lain seperti dikarenakan penderita sering mengkonsumsi obat-obatan ataupun senyawa kimia yang tidak dapat diproses secara sempurna sehingga kemudian akan mengalami penumpukan dalam ginjal atau bisa saja karena terdapatnya ketidakstabilan kandungan kalsium yang terdapat di dalam darah. Jenis diabetes insipidus ini pada umumnya jarang terjadi. Untuk pengobatannya, jika penyakit tersebut diakibatkan karena pengaruh pemakaian obat-obatan tertentu, maka hentikanlah mengonsumsi obat-obatan tersebut. Segeralah konsultasi ke dokter jika anda mengalami penyakit tersebut dan jangan sampai anda berhenti untuk mengkonsumsi obat yang telah diresepkan. Biasanya dokter maupun endokrinologi juga akan memberikan obat alternatif lainnya yang dapat mengurangi gejala penyakit tersebut.


Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: cara-ngatasi.blogspot.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :