Diabetes Neuropati (Tanda dan Gejala)

Diabetes neuropati merupakan salah satu komplikasi dari penyakit diabetes melitus. Diabetes mellitus adalah penyakit yang terjadi dari gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang terjadi sebagai akibat kerja insulin, kelainan sekresi insulin, atau kedua-duanya. Neuropati diabetik merupakan komplikasi diabetes yang ditandai dengan kelainan fungsi saraf tanpa adanya sebab lain selain diabetes mellitus, (setelah dilakukan eksklusi penyebab lainnya). Disfungsi saraf ini menyebabkan organ atau jaringan yang terkena neuropati mengalami mati rasa. Akibat mati rasa tersebut aliran darah ke organ atau jaringan menjadi terhambat sehingga suplai darah dan oksigen tidak mencapai organ atau jaringan tersebut. Apabila organ atau jaringan tidak mendapatkan suplai darah dan oksigen maka organ atau jaringan tersebut akan mati.



diabetes neuropati
Alat cek gula darah merek Nesco


Data dari epidemiologi menunjukkan kurang lebih 30% sampai 40% terdapat distal peripheral neuropathy (DPN) pada pasien dewasa dengan diabetes tipe 2. Berbagai faktor resiko dihubungkan dengan DPN di antaranya ialah indeks lipid dan tekanan darah, derajat tingkat hiperglikemi, lama dan beratnya menderita diabetes. Umur dan durasi diabetes dapat meningkatkan surasi diabetes. Hasil studi dari epidemiologi menyatakan resiko peningkatan kadar gula darah berpotensi besar untuk terjadi neuropati. Kejadian ini peluangnya sama besar dengan ulkus diabetik dan amputasi. Resiko dari neuropati dapat meningkat sebesar 1,6 kali lipat dengan jangka waktu 4 tahu pada kenaikan kadar HbA1c 2% .

Tingkat Kerusakan pada Diabetes Neuropati

Terdapat 6 tingkatan kerusakan yang dapat terjadi sebagai akibat dari lesi pada saraf perifer. Kerusakan tersebut meliputi:

Grade 1 (Neuropraksia) dari diabetes neuropati
Grade 2 merupakan kerusakan yang tergolong paling ringan. Kerusakan ini ditandai dengan adanya blok fokal hantaran saraf, struktur saraf baik dan gangguan umumnya secara fisiologis. Hal ini dapat membuat terjadinya degenerasi wallerian karena tidak terputusnya kontinuitas aksoplasmik. Hal ini dapat pulih kembali dalam jangka waktu 1 hingga 2 bulan.

Grade II (aksonometsis) dari diabetes neuropati
Kerusakan grade II ditandai dengan adanya kerusakan pada akson tetapi perineurium dan epineurium serta membrana basalis (Schwann cell tube) masih dalam keadaan utuh. Hal ini diikuti dengan dengan regenerasi aksonal yang terjadi sepanjang 1 inci per bulan. Kejadian ini bisa tidak sempurna seperti yang terjadi pada orang tua.

Grade III dari diabetes neuropati
Kerusakan yang terjadi pada grade III sama halnya dengan grade II. Namun kejadian ini ditambahkan dengan membrana basalis (Schwann cell tube) yang terputus. Skar endoneural akan meblok banyak akson dalam regenerasi ini sehingga pemulihan terjadi dengan tidak sempurna.

Grade IV dari diabetes neuropati
Kontinuitas dari saraf dalam tahap berbagai derajat akan terjadi sebagai akibat dari obliterasi endoneurium dan perineurium dengan skar. Namun hambatan dari regenerasi terjadi secara komplit.

Grade V dari diabetes neuropati
Grade V ditandai dengan adanya saraf yang terputus secara totalsehingga membuat perlunya tindakan operasi untuk pemulihannya.

Grade VI dari diabetes neuropati
Grade VI kerusakannya ditandai dengan degenerasi wallerian, dieleminasi segmental dan degenerasi aksonal. Hal ini merupakan paduan antara grade II sampai IV. Keruskaan grade VI hanya dapat diidentifikasi dari pembedahan. Degenerasi wallerian dapat terjadi sebagai akibat dari degenerasi sekunder pada mielin oleh karena penyakit pada akson yang meluas ke proksimal dan distal dari tempat akson terputus. Terjadinya degenerasi wallerian ini membutuhkan waktu untuk perbaikannya dalam jangka waktu tahunan. Hal ini disebabkan karena dibutuhkan regenerasi terlebih dahulu baru kemudian dapat terkoneksi dengan organ sensoris, pembuluh darah dan otot. Demielinisasi segmental yang terjadi karena destruksi mielin tanpa kerusakan akson, lesi primer melibatkan sel Schwann. Hal ini terjadi dimulai dari nodus ranvier yang meluas tak teratur ke segmen-segmen internodus lainnya. Pemulihan dapat berlangsung cepat karena tidak terjadi kerusakan akson.

Degenerasi aksonal yang terjadi karena degenerasi pada bagian distal akson saraf perifer dan beberapa tempat ujung akson sentral kolumna posterior medulla spinalis. Hal ini belum dapat dimengerti sepenuhnya karena terdapat berbagai dugaan terhadap adanya kejadian ini. Namun terdapat faktor penyebab dari adanya diabetes neuropati di antaranya ialah metabolisme, vaskuler, immunologik dan neutrotofik.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber:ekahospital.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :