Diabetes Ngantuk Merupakan Gejala DM?

Diabetes ngantuk sering dikaitkan dengan penyakit diabetes melitus. Diabetes Mellitus adalah suatu keadaan terjadinya peningkatan kadar gula dalam darah yang mengakibatkan gangguan metabolisme dan berkembang menjadi gangguan multisistem karena keterbatasan insulin di dalam tubuh seseorang. Faktor utama penyebab diabetes melitus yaitu faktor genetika, dimana faktor keturunan memegang peranan penting pada kejadian penyakit ini. Apabila orang tua menderita penyakit diabetes mellitus maka kemungkinan anak-anaknya menderita diabetes mellitus lebih besar. Faktor lainnya adalah virus hepatitis B yang menyerang hati dan merusak pankreas sehingga sel beta yang memproduksi insulin menjadi rusak. Selain itu peradangan pada sel beta dapat menyebabkan sel tidak dapat memproduksi insulin.



diabetes ngantuk


Alat cek gula darah merek Nesco


Faktor lain yang menjadi penyebab diabetes melitus yaitu gaya hidup, orang yang kurang gerak badan, diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat, kegemukan dan kesalahan pola makan. Selain itu, ada pula kelainan hormonal dimana hormon insulin kurang jumlahnya atau tidak diproduksi.

Apakah Diabetes Ngantuk Merupakan Gejala Diabetes Mellitus?

Untuk menjawab apakah diabetes ngantuk merupakan gejala dari penyakit diabetes melitus, mari kita lihat gejala awal yang muncul pada penyakit tersebut. Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai di atas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan sampai ke air kemih. Dari sini belum dapat diidentifikasi terjadinya diabetes ngantuk.


Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri). Akibat poliuri maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi). Jika sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, penderita akan mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini, penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi). Pada tahap ini juga belum dapat diidentifikasi terjadinya diabetes ngantuk.

Dengan memahami proses terjadinya kelainan pada diabetes melitus tersebut di atas, mudah sekali dimengerti bahwa pada penderita diabetes melitus akan terjadi keluhan khas yaitu lemas dan mengantuk, banyak makan, (polifagia), tetapi berat badan menurun, sering buang air kecil (poliuria), haus dan banyak minum (polidipsia). Darisini mulai dapat terlihat hubungan terjadinya diabetes ngantuk.//   Pada penderita diabetes melitus, keluhannya sangat bervariasi; dari tanpa keluhan sama sekali, sampai keluhan khas diabetes melitus seperti tersebut di atas. Penderita diabetes melitus sering pula datang dengan keluhan akibat komplikasi seperti kebas, kesemutan akibat komplikasi saraf, gatal dan keputihan akibat rentan infeksi jamur pada kulit dan daerah khusus, serta adapula yang datang akibat luka yang lama sembuh tidak sembuh.

Mengantuk merupakan tanda seseorang kekurangan suplai oksigen ke otak. Mengantuk sering dikaitkan dengan gejala beberapa penyakit. Di antaranya adalah:

Anemia (kurang darah)
Anemia merupakan ditandai dengan rasa kantuk yang berat. Kekurangan darah menyebabkan kurangnya zat besi. Sel darah merah yang diperlukan untuk membawa oksigen ke jaringan dan organ tubuh terutama otak berkurang sehingga menyebabkan rasa ngantuk.

Hipotiroid (menurunnya produksi hormon tiroid)
Hormon tiroid berfungsi mengontrol metabolisme dan kecepatan mengubah bahan bakar menjadi energi. Ketika fungsi metabolisme terlalu lambat, orang bisa merasa lelah dan selalu mengantuk.

Dehidrasi (kekurangan cairan tubuh)
Kelelahan dan kantuk bisa merupakan tanda dehidrasi.

Depresi
Depresi bukan hanya gangguan emosi tetapi juga banyak berkontribusi untuk gejala fisik seperti mengantuk dan lelah.

Gangguan tidur
Gangguan tidur seperti sleep apnea dan insomnia juga dapat menyebabkan perasaan kelelahan dan kantuk terus-menerus.

Penyakit jantung
Mengantuk padapenderita penyakit jantung terjadi karena jantung tidak dapat mensuplai darah yang berisi oksigen ke otak secara maksimal.

Sindrom kelelahan kronis
Lelah biasanya segera hilang saat dibawa istirahat. Tapi untuk sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome), lelah tidak mudah hilang walaupun sudah beristirahat. Akibatnya tubuh akan merasa lelah dan mengantuk.

Selain penyakit tersebut, gejala mengantuk sering dikaitkan dengan penyakit diabetes mellitus sehingga sering disebut dengan diabetes ngantuk. Gejala diabetes ngantuk berhubungan dengan kadar glukosa yang tinggi didalam tubuh. Glukosa adalah bahan bakar dari energi yang dilepaskan dalam sel-sel karena adanya oksigen. Orang dengan diabetes tipe 2 memiliki tingkat glukosa darah yang tinggi, karena tubuh tidak dapat menggunakan glukosa ini untuk menyediakan energi. Oleh karena itu, individu dengan diabetes tipe 2 mengeluh merasa lelah dan mengantuk sepanjang waktu sehingga sering dikaitkan dengan diabetes ngantuk.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber:blabladoctor.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :