Diabetes Rendah (Ciri-ciri dan Gejalanya)

Diabetes rendah merupakan komplikasi dari penyakit diabetes melitus. Diabetes rendah diartikan sebagai penderita penyakit diabetes melitus yang mengalami kadar gula darah yang rendah atau hipoglikemi. Hipoglikemia adalah kondisi  rendahnya kadar gula darah dalam tubuh. Hal tersebut berbanding terbalik dengan diabetes mellitus yang terjadi karena tingginya kadar gula darah dalam tubuh. Rendahnya kadar gula darah dalam tubuh akan menyebabkan kelainan pada fungsi sistem kerja berbagai organ tubuh, terutama pada otak. Otak merupakan organ yang sangat peka terhadap kadar gula darah yang rendah dimana glukosa merupakan sumber energi utama bagi organ tersebut.



Diabetes Rendah
Alat cek gula darah merek Nesco


Otak memberikan respon terhadap diabetes rendah gula darahnya melalui sistem saraf, dimana hal itu merangsang kelenjar adrenal untuk melepaskan epinefrin (adrenalin). Hal tersebut akan merangsang hati untuk melepaskan gula agar kadarnya dalam darah tetap terjaga. Jika kadarnya mengalami penurunan, maka akan terjadi gangguan pada fungsi otak.

Gejala Diabetes Rendah Kadar Gula Darahnya

Terdapat beberapa gejala yang dapat mendiagnosis terjadinya diabetes rendah kadar gula darahnya atau hipoglikemia selain dengan turunnya kadar gula darah yaitu seperti banyak mengeluarkan keringat, rasa gelisah, badan gemetar, jantung berdebar-debar, pingsan dan bahkan sering merasa lapar. Hipoglikemia yang lebih berat akan menyebabkan berkurangnya glukosa ke otak sehingga menyebabkan pusing, bingung, lelah, lemah, sakit kepala, perilaku yang tidak biasa, tidak mampu berkonsentrasi, gangguan penglihatan, kejang dan koma. Jika hipoglikemia tersebut berlangsung lama, bisa saja akan menyebabkan kerusakan otak yang permanen. Kemudian apa penyebab diabetes rendah kadar gula darahnya tersebut?

Penyebab terjadinya diabetes rendah kadar gula darahnya atau hipoglikemia disebabkan oleh:
  • Dosis insulin ataupun obat lainnya yang terlalu tinggi yang diberikan kepada penderita diabetes untuk menurunkan kadar gula darah;
  • Pelepasan insulin yang berlebihan oleh pankreas;
  • Kelainan pada penyimpanan karbohidrat atau pada pembentukan glukosa di hati;
  • Kelainan pada kelenjar hipofisa atau adrenal.

Secara umum, diabetes rendah kadar gula darahnya atau hipoglikemia dapat dikategorikan sebagai hipoglikemia yang berhubungan dengan obat maupun yang tidak berhubungan dengan obat. Sebagian kasus diabetes rendah kadar gula darahnya atau hipoglikemia yang terjadi pada penderita diabetes, berhubungan dengan obat. Diabetes rendah kadar gula darahnya atau hipoglikemia paling sering disebabkan oleh insulin atau obat lain yang diberikan kepada penderita diabetes mellitus untuk menurunkan kadar gula darahnya. Namun, jika dosis yang diberikan lebih tinggi dari makanan yang dimakan, maka obat ini akan terlalu banyak menurunkan kadar gula darah sehingga kadar gula darah akan rendah.

Penderita diabetes mellitus berat yang menahun akan sangat peka terhadap diabetes rendah kadar gula darahnya atau hipoglikemia berat. Hal tersebut terjadi karena sel-sel pulau pankreasnya tidak membentuk glukagon secara normal dan pada kelenjar adrenalnya tidak menghasilkan epinefrin secara normal. Padahal kedua hal ini merupakan mekanisme utama untuk mengatasi kadar gula darah yang rendah.

Penyebab terjadinya diabetes rendah kadar gula darahnya atau hipoglikemia lainnya yaitu dengan adanya penyakit autoimun dimana sistem kekebalan tubuh malah menyerang insulin. Kadar insulin akan naik turun secara abnormal di dalam tubuh karena pankreas menghasilkan sejumlah insulin untuk melawan antibodi tersebut. Hal tersebut bisa terjadi pada penderita diabetes mellitus maupun bukan penderta.

Untuk pengobatan diabetes rendah kadar gula darahnya atau hipoglikemia dapat dilakukan dengan mengonsumsi gula (dalam bentuk permen atau tablet glukosa) maupun minum jus buah, air gula atau segelas susu. Dengan mengkonsumi minuman atau makanan yang mengandung gula, gejala hipoglikemia akan menghilang setelah beberapa menit. Seseorang yang sering mengalami hipoglikemia terutama untuk orang yang mengidap diabetes, disarankan untuk selalu membawa tablet glukosa karena efeknya cepat timbul dan memberikan sejumlah gula yang konsisten. Baik penderita diabetes maupun bukan, sebaiknya jika sesudah makan gula harus diikuti dengan makanan yang mengandung karbohidrat yang bertahan lama seperti roti atau biskuit. Jika hipoglikemianya berat dan berlangsung lama serta tidak mungkin untuk memasukan gula melalui mulut penderita, maka biasanya akan diberikan glukosa intravena untuk mencegah kerusakan otak yang serius.


Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: spesialis.info



Terima kasih untuk Like/comment FB :