Diabetes Rokok Penyebab Diabetes Melitus

Diabetes rokok merupakan salah satu faktor resiko terhadap penyakit diabetes melitus. Seperti yang telah kita ketahui merokok dapat memberikan dampak yang merugikan bagi tubuh kita. Terdapat banyak sumber yang mengatakan bahwa merokok hanya akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh kita seperti dapat meningkatkan risiko terkena berbagai macam penyakit termasuk penyakit kanker. Penyakit kanker yang dapat ditimbulkan dari merokok diantaranya ialah kanker pankreas, kanker mulut dan kanker paru-paru. Selain itu, merokok juga dapat menimbulkan gangguan jantung, stroke, gangguan peredaran darah dan lain-lain.



diabetes rokok
Alat cek gula darah merek Nesco


Rokok dapat mengurangi asupan oksigen ke seluruh tubuh, selain itu juga dapat membuat kolesterol dan lemak tubuh meningkat sehingga tekanan darah juga dapat meningkat. Rokok juga dapat menimbulkan terjadinya impotensi dan gangguan kehamilan seperti keguguran atau bayi lahir mati.

Di dalam sebatang rokok terdapat berbagai zat yang berbahaya untuk tubuh bila rokok tersebut dihisap. Setidaknya ada 60 bahan kimia dan 4.000 zat yang dapat membahayakan kesehatan tubuh. Zat yang terkandung di dalam rokok tersebut antara lain ialah karbon monoksida, nikotin dan amonia.

Tingginya konsentrasi karbon monoksida dapat menimbulkan gangguan dalam pengikatan oksigen dalam darah sehingga berakibat kebutuhan oksigen setiap sel-sel tubuh tidak terpenuhi sehingga sel-sel tersebut akan rusak. Selain itu nikotin juga berbahaya bagi tubuh karena zat tersebut dapat melepas dopamin. Dopamin itu sendiri adalah zat yang dapat membuat fikiran menjadi santai dan menyenangkan karena merupakan zat neurotransmitter pada otak yang mengatur emosi. Namun zat nikotin ini dapat menyebabkan ketergantungan apabila digunakan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu terdapat amonia yang dapat menyerap bikotin ke dalam paru-paru sehingga nikotin tersebut berada dalam konsentrasi yang tinggi dalam tubuh.

Selain dapat menyebabkan penyakit yang telah disebutkan di atas, merokok juga dapat menimbulkan risiko seseorang terkena diabetes mellitus. Diabetes mellitus yaitu penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam tubuh yang diakibatkan karena terdapatnya gangguan pada pankreas dalam kinerjanya untuk memproduksi hormon insulin. Pada perokok, akan terjadi peningkatan kadar gula darah dan juga peningkatan distribusi lemak di perut, ditambah lagi kedua hal tersebut merupakan sebagai penanda terjadinya resistensi insulin. Jika seseorang yang menderita diabetes mellitus adalah seorang perokok maka hal tersebut akan memperparah penyakitnya. Maka dari itu bagi penderita diabetes mellitus segeralah berhenti dari merokok.

Hubungan Diabetes Rokok

Hubungan diabetes rokok dapat dilihat dari berbagai studi yang meneliti akan hal ini. Diabetes rokok yang diteliti di Amerika Serikat menunjukkan bahwa seseorang yang tergolong perokok berat dengan konsumsi 16-25 batang rokok per hari mempunyai resiko yang lebih besar dua kali lipat untuk menderita penyakit diabetes melitus dari pada orang yang tidak merokok. Penelitian lainnya yang meneliti hubungan diabetes rokok menunjukkan bahwa pada wanit yang merokok sebanyak 40 batang sehari mempunyai resiko terkena diabetes 74% lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak merokok. Sedangkan pada laki-laki yang merokok, resikonya 45% lebih besar dibandingkan dengan yang tidak merokok.

Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa semakin sering seseorang merokok, akan semakin tinggi pula risiko terkena diabetes mellitus. Bagi penderita diabetes rokok, hal itu hanya akan memperparah keadaan tubuh si penderita dan merugikan bagi tubuh.

Berdasarkan penjelasan di atas, merokok bukan hanya akan merusak paru-paru tetapi akan merusak pula bagian dalam tubuh kita, terutama bagi penderita diabetes mellitus dimana hal itu hanya akan memperparah kondisi tubuhnya. Oleh karena itu ubahlah gaya hidup Anda, gantilah dengan pola hidup sehat dan hindari merokok karena merokok hanya akan memberikan dampak buruk bagi tubuh kita. Lakukanlah olah raga secara teratur, atur pola makan seperti memilih makanan yang sehat bagi tubuh kita seperti sayur-sayuran,  buah-buahan dan lain-lain.


Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: tanyadok.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :