Diabetes Saat Hamil (DM Pregestasional)

Diabetes saat hamil bisa saja menimpa pada ibu hamil. Hiperglikemia pada wanita hamil dapat terjadi karena sebelumnya penderita sudah menderita diabetes mellitus pregestasional atau bisa juga disebabkan karena gangguan toleransi glukosa yang terjadi pertama kali pada saat kehamilan atau yang disebut diabetes mellitus gestasional. Diabetes mellitus yang telah diketahui sebelum kehamilan tidak ada masalah dalam diagnosis. Lain halnya pada diabetes mellitus gestasional, banyak kriteria diagnostik yang dipakai dan belum ada kesepakatan dari semua ahli tentang kriteria diagnostik mana yang terbaik.



diabetes saat hamil


Alat cek gula darah merek Nesco

Kelompok Risiko Tinggi Terkena Diabetes saat Hamil

Beberapa peneliti telah membuktikan bahwa setelah 22-28 tahun, 50% penderita diabetes saat hamil akan menjadi penderita diabetes mellitus. Peneliti lain mengatakan 40% penderita diabetes mellitus gestasional akan menjadi diabetes mellitus setelah 20 tahun.

Semua ahli sependapat bahwa skrining sebaiknya dilakukan pada semua wanita hamil, walaupun hal ini sangat sulit dilaksanakan. Bila skrining hanya dilakukan pada kelompok risiko tinggi saja maka 50% diabetes mellitus gestasional tidak terdiagnosis.

Kelompok risiko tinggi terjadinya diabetes saat hamil adalah:

1. Riwayat kebidanan yang mencurigakan.
  • Beberapa kali mengalami keguguran;
  • Pernah melahirkan anak mati tanpa sebab yang jelas;
  • Pernah melahirkan bayi dengan cacat bawaan;
  • Pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih 4.000 gram;
  • Pernah mengalami keracunan kehamilan;
  • Pernah mengalami polihidramnion.

2. Riwayat ibu yang mencurigakan.
  • Umur ibu waktu hamil lebih dari 30 tahun;
  • Riwayat diabetes mellitus dalam keluarga;
  • Pernah mengalami diabetes mellitus gestasional pada kehamilan sebelumnya;
  • Obesitas;
  • Berat badan ibu waktu lahir lebih dari 5000 gram;
  • Infeksi saluran kencing yang berulang selama hamil;
  • Skrining pada kelompok ibu-ibu dengan risiko tinggi.

Skrining dilakukan pada kehamilan minggu ke-28 atau lebih dengan catatan pada kelompok ibu-ibu dengan risiko tinggi skrining dilakukan pada minggu ke-24 kehamilan. Javanovic, menganjurkan waktu skrining yang terbaik adalah pada minggu ke-27 sampai 31 masa kehamilan. Skrining ulang dilakukan pada minggu ke-33 sampai 36 kehamilan, pada ibu hamil dengan risiko tinggi atau tes toleransi glukosa positif. Neiger dan Coustan mendapatkan sekitar 34% diabetes mellitus gestasional pada skrining ulangan dari mereka yang dengan cara O’Sullivan-Mahan didapatkan satu nilai OGTT yang positif.

Skrining dan kriteria diagnosis diabetes saat hamil menurut O’Sullivan Mahan terdiri dari 2 tahap, yaitu tahap pertama disebut tes tantangan glukosa yang merupakan tes skrining dan tahap kedua tes toleransi glukosa oral. Tes toleransi glukosa dilakukan 3 jam. Tes toleransi glukosa hanya dilakukan pada mereka yang memiliki tes tantangan glukosa positif.

Tes ini dilakukan pada saat wanita hamil tersebut berkunjung ke klinik tanpa harus berpuasa. Kepada mereka diberikan beban dengan 50 gram glukosa dilarutkan dalam air 1 gelas. Tes dinyatakan positif bila kadar glukosa darah vena lebih besar 140 mg/dl, setelah satu jam pemberian.

Bila didapatkan hasil yang positif, dilanjutkan dengan tes toleransi glukosa oral. Dengan beban 100 gram glukosa setelah berpuasa 12 jam, diambil glukosa darah puasa, glukosa darah 1 jam, 2 jam, 3 jam posprandial. Normal bila kadar glukosa darah puasa < 105 mg/dl, 1 jam posprandial < 190 mg/dl, 2 jam posprandial < 160 mg/dl, 3 jam pos posprandial < 140 mg/dl. Dikatakan diabetes mellitus gestasional bila ditemukan sedikitnya 2 angka abnormal.

Selain cara O’Sullivan Mahan, diagnosis diabetes mellitus dalam kehamilan dapat dilakukan juga dengan cara menurut WHO dan Asean Study Group of Diabetes in Pregnancy (ASGOIP).


Oleh: Bidan Esi
Editor: Adrie Noor
Sumber: mayoclinic.org



Terima kasih untuk Like/comment FB :