Diabetes Tipe 2 Dapat Disembuhkan Total

Diabetes tipe 2 merupakan penyakit diabetes melitus yang terjadi sebagai akibat dari kurangnya kadar insulin. Pankreas masih dapat memproduksi insulin, tetapi dalam jumlah yang sedikit. Konsensus yang dibuat oleh ADA dan EASD menyarankan penggunaan metformin sebagai pilihan pertama untuk pasien diabetes tipe 2 yang baru terdiagnosis. Hal ini dapat dimengerti karena diabetes tipe 2 di negara maju seperti Eropa dan Amerika sebagian besar diawali dengan obesitas dan resistensi insulin. Metformin harganya cukup murah dan berbagai penelitian besar seperti UKPDS telah membuktikan kelebihan metformin yang di samping dapat menurunkan kadar glukosa darah, juga dapat menurunkan kejadian komplikasi penyakit kardiovaskuler.



diabetes tipe 2


Alat cek gula darah merek Easy Touch


Bila pada tiga bulan pertama metformin tidak dapat menunjukkan hasil yang adekuat (A1C < 7) maka dapat dikombinasi dengan obat lain yang mekanisme kerjanya berbeda. Semua kombinasi obat antihiperglikemik memiliki kelebihan dan kekurangan. Kombinasi metformin dengan sulfonylurea cukup praktis, mudah didapat dipasar dan murah. Kombinasi dengan thiazolidindione atau mimetik inkretin lebih mahal dan belum tersebar secara merata di seluruh Indonesia

Diabetes Tipe 2 Dapat Disembuhkan

Kombinasi dengan insulin merupakan pengobatan yang paling efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah. Akan tetapi, karena diberikan dalam bentuk suntikan tidak mudah untuk diterima oleh pasien. Mengkombinasikan obat antihiperglikemik lebih dari satu macam perlu diperhatikan bahwa masing-masing obat mempunyai cara dan tempat kerja yang berbeda. Ada obat yang bekerja memengaruhi produksi glukosa di hepar, ada yang berpengaruh pada ambilan glukosa di otot.  Ada obat yang bekerja terhadap hiperglikemia pada keadaan puasa dan ada yang bekerja pada hiperglikemia postprandial. Penting juga diperhatikan efek samping dan interaksi masing-masing obat.

Keuntungan dari pemakaian obat kombinasi adalah kita memberi obat dengan mekanisme kerja yang berbeda, yang bersifat potensiasi (seperti diketahui patofisiologi diabetes tipe 2 adalah kompleks). Efek samping dari masing-masing obat akan berkurang karena dosis obat yang diberikan lebih kecil. Di samping pengobatan yang bertujuan mengendalikan glukosa darah, pada pasien diabetes tipe 2 perlu juga diperhatikan koreksi berbagai faktor risiko penyakit pembuluh darah yang sering terjadi pada resistensi insulin, hiperinsulinemia, dan diabetes tipe 2, misalnya pengobatan hipertensi, koreksi dislipidemia, dan sebagainya.

Panduan dan algoritme pengobatan dari ADA & EASD ini menyampaikan hal-hal berikut:
  • Mencapai dan mempertahankan kadar mendekati normoglikemia (A1C < 7%);
  • Terapi dimulai dengan intervensi pola hidup dan metformin;
  • Bila target glikemik tidak tercapai atau tidak dapat dipertahankan maka ditambahkan obat-obat baru dan diubah jadi regimen baru;
  • Pada pasien yang tidak mencapai target glikemik maka diberikan terapi insulin secara lebih dini.

Bila penderita diabetes tipe 2 menjalankan konsensus dengan benar dan terus-menerus maka kemungkinan besar penderita tersebut dapat sembuh total. Penderita diabetes tipe 2 dapat sembuh total dengan catatan penderita tersebut tidak melakukan hal-hal yang dapat berisiko terkena diabetes melitus tipe 2, seperti dengan menjaga pola makan sehari-hari setelah dinyatakan sembuh oleh dokter.

Penderita diabetes tipe 2 wajib menjaga metabolisme tubuhnya dengan berolahraga seperti melakukan senam diabetes. Senam diabetes adalah senam fisik yang dirancang menurut usia dan status fisik, dan merupakan bagian dari pengobatan diabetes melitus. Pada waktu latihan jasmani, otot-otot tubuh, sistem jantung, dan sirkulasi darah serta pernapasan diaktifkan. Oleh sebab itu, metabolisme tubuh, keseimbangan cairan, dan elektrolit, serta asam basa harus menyesuaikan diri. Otot-otot akan menggunakan asam lemak bebas dan glukosa sebagai sumber tenaga atau energi.

Bila latihan jasmani dimulai, glukosa yang berasal dari glikogen di otot-otot, pada waktu latihan jasmani mulai dipakai sebagai sumber tenaga. Apabila latihan jasmani terus ditingkatkan maka sumber tenaga dan glikogen otot berkurang, selanjutnya akan terjadi pemakaian glukosa darah dan asam lemak bebas. Semakin ditingkatkan porsi olahraga, semakin meningkat pula pemakaian glukosa yang berasal dari cadangan glikogen hepar. Apabila latihan ditingkatkan lagi maka sumber tenaga utama berasal dari asam lemak bebas dan lipolisis jaringan lemak.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: Stoptestingfordiabetes.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :