Diabetes Usia Muda Pada Bayi dan Anak

Diabetes usia muda dapat saja terjadi, bahkan diabetes usia muda dapat terjadi pada anak-anak dan bayi. Jumlah penderita DM setiap tahun terus meningkat. Terdapat 2 jenis diabetes yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe dua adalah penyakit yang sangat terkait dengan gaya hidup, yakni pola makan, olahraga, kegemukan, dan pola tidur. Meski penyakit ini belum bisa disembuhkan, tetapi sebenarnya diabetes tipe 2 adalah penyakit yang perkembangannya berjalan lambat dibanding penyakit kronik lainnya. Perjalanan penyakit ini bisa terjadi selama berbulan-bulan, bahkan tahunan. Gejalanya pun muncul secara bertahap hingga kadang sulit dideteksi.



diabetes usia muda
Alat cek gula darah merek Easy Touch


Tipe diabetes usia muda yang dapat terjadi dapat berupa diabetes tipe 1 ataupun tipe 2. Namun, diabetes usia muda yang menyerang anak-anak biasanya merupakan diabetes tipe 1 sedangkan tipe 2 banyak menyerang pada orang dewasa. Karateristik diabetes tipe dua tersebut sebenarnya bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi kita agar lebih waspada terhadap penyakit ini. Selain rutin melakukan pemeriksaan gula darah, ada beberapa gejala diabetes melitus yang perlu kita waspadai.

Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menimbulkan komplikasi akut dan kronis. Berikut ini akan diuraikan mengenai komplikasi hipoglikemia dan hiperglikemia yang sering terjadi dan harus diwaspadai.

Hipoglikemia pada Diabetes Usia Muda

Sindrom hipoglikemia ditandai dengan gejala klinis penderita merasa pusing, lemas, gemetar, pandangan berkunang-kunang, pitam (pandangan menjadi gelap), keluar keringat dingin, detak jantung meningkat, sampai hilang. Apabila tidak segera ditolong dapat terjadi kerusakan otak dan akhirnya kematian.

Hipoglikemia pada diabetes usia muda, kadar glukosa plasma penderita kurang dari 50 mg/dl, walaupun ada orang-orang tertentu yang sudah menunjukkan gejala hipoglikemia pada kadar glukosa plasma di atas 50 mg/dl. Hal ini dapat membuat sel-sel otak kekurangan energi dan membuatnya tidak berfungsi bahkan dapat membuat otak menjadi rusak.

Hipoglikemia pada diabetes usia muda lebih sering terjadi pada penderita diabetes tipe 1, yang dapat dialami 1 – 2 kali per minggu. Suatu studi penelitian menyatakan bahwa diperkirakan 2 – 4% kematian pada penderita diabetes tipe 1 disebabkan oleh karena hipoglikemia. Pada penderita diabetes tipe 2, serangan hipoglikemia lebih jarang terjadi, meskipun penderita tersebut mendapat terapi insulin.

Hiperglikemia pada Diabetes Usia Muda

Hiperglikemia merupakan keadaan kadar gula darah yang meningkat secara mendadak. Hiperglikemia ini dapat terjadi oleh karena infeksi, stres, ataupun efek samping dari mengonsumsi obat-obatan tertentu. Gejala dari hiper glikemia ini menunjukkan adanya penyakit diabetes melitus karena gejala yang timbul hampir sama dengan penyakit diabetes melitus. Gejala yang dimaksud ialah sering buang air kecil, sering minum karena selalu merasa haus, sering makan karena sering merasa lapar, sering merasa kelelahan dan terdapat gangguan pada penglihatan. Deteksi dini terhadap hiperglikemia perlu dilakukan untuk mencegah keadaan yang lebih parah.

Hiperglikemia juga dapat membuat keadaan seperti disfungsi ereksi, gastroparesis, infeksi jamur pada vagina dan gangguan kesehatan lain menjadi lebih parah. Hiperglikemia ini apabila tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan keadaan metabolisme menjadi berbahaya. Keadaan yang dimaksud di antaranya ialah terjadinya ketoasidosis diabetik dan HHS. Kedua hal ini merupakan hal yang berbahaya bila terjadi pada tubuh. Bahkan keduanya ini dapat menyebabkan kematian.

Pengontrolan kadar gula darah dengan ketat menjadi solusi dalam menangani hiperglikemia. Kontrol gula darah yang ketat dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan dan tanpa obat-obatan seperti pengaturan diet dan olah raga.


Oleh: Bidan Esi
Editor: Adrie Noor
Daftar Pustaka: kompas.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :