Diabetes yang Sudah Parah Penyebab Komplikasi

Diabetes yang sudah parah dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi. Komplikasi diabetes yang sudah parah dapat dibagi menjadi komplikasi akut dan kronis. Komplikasi diabetes mellitus akut dapat berupa hipoglikemia (menurunnya kadar gula darah kurang dari 60 mg/dl), keto asidosis diabetika (KAD) yaitu diabetes mellitus dengan asidosis metabolik dan hiperketogenesis, koma lakto asidosis (penurunan kesadaran hipoksia yang ditimbulkan oleh hiperlaktatemia) serta koma hiperosmolar non ketotik.


diabetes yang sudah parah
Alat cek gula darah multi fungsi merek Easy Touch


DM sering disebut dengan the great imitator, yaitu penyakit yang dapat menyerang semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai keluhan. Penyakit ini timbul secara perlahan-lahan sehingga seseorang tidak menyadari adanya berbagai perubahan dalam dirinya. Oleh karena itu, jelas bahwa DM bisa menjadi penyebab terjadinya komplikasi baik yang akut maupun kronis.

Komplikasi Diabetes yang Sudah Parah

Komplikasi yang akut akibat diabetes yang sudah parah terjadi secara mendadak ataupun kronik. Keluhan dan gejalanya terjadi dengan cepat dan biasanya berat. Komplikasi akut umumnya timbul akibat glukosa darah yang terlalu rendah (hipoglikemia) atau terlalu tinggi (hiperglikemia). Sindrom hipoglikemia ditandai dengan gejala klinis penderita merasa pusing, lemas, gemetar, pandangan berkunang-kunang, pitam (pandangan menjadi gelap), keluar keringat dingin, detak jantung meningkat, sampai hilang. Apabila tidak segera ditolong dapat terjadi kerusakan otak dan akhirnya kematian. Kadar glukosa plasma penderita kurang dari 50 mg/dl, walaupun ada orang-orang tertentu yang sudah menunjukkan gejala hipoglikemia pada kadar glukosa plasma di atas 50 mg/dl. Hal ini dapat membuat sel-sel otak kekurangan energi dan membuatnya tidak berfungsi bahkan dapat membuat otak menjadi rusak.

Komplikasi diabetes yang sudah parah dan bersifat akut lainnya ialah hiperglikemia. Hiperglikemia merupakan keadaan kadar gula darah yang meningkat secara mendadak. Hiperglikemia ini dapat terjadi oleh karena infeksi, stres, ataupun efek samping dari mengonsumsi obat-obatan tertentu. Gejala dari hiper glikemia ini menunjukkan adanya penyakit diabetes melitus. Karena gejala yang timbul hampir sama dengan penyakit diabetes melitus. Gejala yang dimaksud ialah sering buang air kecil, sering minum karena selalu merasa haus, sering makan karena sering merasa lapar, sering merasa kelekahan, dan terdapat gangguan pada penglihatan. Deteksi dini terhadap hiperglikemia perlu dilakukan untuk mencegah pada keadaan yang lebih parah.

Hipoglikemia pada diabetes usia muda lebih sering terjadi pada penderita diabetes tipe 1 yang dapat dialami 1 – 2 kali per minggu. Suatu studi penelitian menyatakan bahwa diperkirakan 2– 4% kematian pada penderita diabetes tipe 1 disebabkan oleh karena hipoglikemia. Pada penderita diabetes tipe 2, serangan hipoglikemia lebih jarang terjadi, meskipun penderita tersebut mendapat terapi insulin.

Hiperglikemia pada Diabetes Usia Muda

Hiperglikemia merupakan keadaan kadar gula darah yang meningkat secara mendadak. Hiperglikemia ini dapat terjadi karena infeksi, stres, ataupun efek samping dari mengonsumsi obat-obatan tertentu. Gejala dari hiperglikemia ini menunjukkan adanya penyakit diabetes melitus karena gejala yang timbul hampir sama dengan penyakit diabetes melitus. Gejala yang dimaksud ialah sering buang air kecil, sering minum karena selalu merasa haus, sering makan karena sering merasa lapar, sering merasa kelekahan, dan terdapat gangguan pada penglihatan. Deteksi dini terhadap hiperglikemia perlu dilakukan untuk mencegah pada keadaan yang lebih parah.

Komplikasi diabetes yang sudah parah dan bersifat kronik di antaranya ialah kebutaan. Kebutaan dapat terjadi sebagai akibat dari kadar gula darah yang tinggi dalam tubuh. Kebutaan menjadi salah satu komplikasi utama yang dapat terjadi pada penderita penyakit diabetes melitus pada usia 20 sampai dengan 74 tahun.

Komplikasi diabetes yang sudah parah dan bersifat kronik lainnya ialah penyakit gigi. Pada penderita penyakit diabetes tipe 3 juga akan mengalami gangguan pada giginya. Hal ini dinamakan dengan periodental. Periodental ialah suatu keadaan jarak antara gigi dengan gusi dapat bergeser hingga 5 mm atau lebih dari 5 mm.

Komplikasi diabetes yang sudah parah dan bersifat kronik lainnya ialah penyakit jantung dan stroke. Pada penderita penyakit diabetes memiliki resiko 2 sampai dengan 4 kali untuk mengidap penyakit jantung dan stroke yang merupakan penyebab utama kematian dari penderita penyakit diabetes melitus.

Komplikasi diabetes yang sudah parah dan bersifat kronik lainnya ialah kerusakan ginjal. Kerusakan ginjal dapat terjadi pada penderita penyakit diabetes melitus, bahkan 43 % kasus kerusakan ginjal baru di sebabkan oleh karena adanya penyakit diabetes melitus pada orang tersebut.

Komplikasi diabetes yang sudah parah dan bersifat kronik lainnya ialah kerusakan saraf. Kerusakan saraf atau neuropati akan dialami oleh penderita penyakit diabetes kronik, bahkan kerusakan saraf ini terjadi 60-70 % penderita penyakit diabetes mellitus dan hal ini yang merupakan faktor pencetus penderita penyakit diabetes melitus untuk diamputasi pada bagian kakinya.


Oleh: Bidan Esi
Editor: Adrie Noor
Daftar Pustaka: amazine.co.id, kompas.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :