Kadar Gula Darah Normal dalam Darah

Kadar gula darah normal menjadi target utama bagi para penderita penyakit diabetes melitus karena pada penderita penyakit tersebut terjadi kenaikan kadar gula darah yang tinggi melebihi normal dan untuk menyembuhkannya harus diturunkan hingga kadar gula darahnya normal. Gejala awal yang dapat muncul untuk mengetahui bahwa orang tersebut terkena penyakit diabetes melitus dapat terlihat dari adanya peningkatan kadar gula darah melebihi kadar gula darah normal. Peningkatan tersebut dapat mencapai 160 sampai dengan 180 mg/dL. Selain itu akan terjadi pula kencing manis pada penderita air seninya mengandung gula sehingga bekas buang air kecil yang tersisa dikerumuni oleh semut karena manis.


kadar gula darah normal
Alat cek gula darah multi fungsi merek Nesco


Kadar Gula Darah Normal dalam Darah

  Kadar gula darah normal dalam darah berkisar antara 70 - 150 mg/dL {millimoles/liter (satuan unit United Kingdom)} atau 4 - 8 mmol/l {milligrams/deciliter (satuan unit United State)}, 1 mmol/l = 18 mg/dl. Namun demikian, kadar gula darah normal saja terjadi peningkatan setelah makan dan mengalami penurunan di waktu pagi hari bangun tidur. Seseorang dikatakan mengalami hyperglycemia apabila kadar gula darah di atas kadar gula darah normal, sedangkan hypoglycemia adalah suatu kondisi seseorang mengalami penurunan nilai kadar gula darah normal.

Penderita penyakit diabetes melitus akan menunjukkan gejala yang mengarah pada penyakit ini. Namun, tidak semua gejala dapat dialami oleh penderita penyakit diabetes melitus. Berikut adalah gejala yang dimaksud:
  • Sering buang air kecil dan jumlah air urinenya banyak atau yang disebut dengan Polyuria;
  • Sering merasa haus atau cepat merasa haus atau yang disebut dengan Polydipsia;
  • Sering merasa lapar yang berlebihan atau makan yang banyak atau yang disebut dengan Polyphagia;
  • Buang air kecil frekuensinya meningkat atau yang disebut dengan Glycosuria;
  • Berat badan menurun secara drastis tanpa diketahui sebab pastinya;
  • Tidak merasakan rangsangan kulit atau sering mengalami kesemutan atau mati rasa pada ujung saraf pada telapak tangan dan telapak kaki;
  • Sering merasa cepat lelah dan lemah;
  • Adanya gangguan penglihatan atau mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba;
  • Terdapat luka yang sulit disembuhkan;
  • Sering mengalami infeksi terutama pada bagian kulit;
  • Terjadi kenaikan kadar gula darah melebihi kadar gula darah normal.
Pada penderita penyakit diabetes dapat mengalami juga suatu kondisi  kadar gula darah berada di bawah kadar gula darah normal. Penurunan kadar gula darah secara drastis pada seseorang dapat membuat orang tersebut menjadi tidak sadarkan diri atau pingsan bahkan koma. Pada penderita penyakit diabetes melitus gejala yang dialami dapat berubah-ubah dalam hitungan waktu. Apalagi pada penderita penyakit diabetes tipe 1 yang paling banyak diderita oleh anak-anak. Namun, berbeda halnya bila pada penderita penyakit diabetes tipe 2. Pada penderita penyakit diabetes tipe 2 pada umumnya mereka tidak menyadari adanya penyakit diabetes melitus karena pada penderita penyakit diabetes tipe 2 ini tidak merasakan gejala yang mengarah pada penyakit tersebut, bahkan kebanyakan penderita penyakit diabetes tipe 2 baru mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit tersebut sesudah terjadi komplikasi.

Terdapat perbedaan di antara penyakit diabetes tipe 1 dan 2. Pada diabetes tipe 1 yang merupakan penyakit diabetes yang bergantung terhadap hormon insulin, di dalamnya terjadi kerusakan pada sel-sel beta pankreas yang berfungsi untuk memproduksi hormon insulin. Penderita penyakit tipe ini hormon insulin tidak diproduksi dari dalam tubuh sehingga membutuhkan tambahan hormon insulin dari luar tubuh. Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak, dan remaja. Pengobatan penyakit diabetes tipe 1 hanya dapat dilakukan dengan pemberian insulin saja. Pemberian insulin tidak hanya cukup satu kali, tetapi harus terus-menerus. Faktor resiko yang menyebabkan terjadinya penyakit tipe ini ialah faktor diet, lingkungan dan genetik. Pada penderita diabetes tipe 1 haruslah diperhatikan pengontrolan dengan memonitor kadar gula darahnya agar kadar darah menjadi normal. Oleh karena itu, sebaiknya menggunakan alat test gula darah untuk pengontrolan secara rutin. Terutama pada anak-anak atau balita yang sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah, dan mudah terserang berbagai penyakit.

Lain halnya pada penyakit diabetes tipe 2 yang sering terjadi resistensi insulin ataupun defisiensi insulin. Pada penyakit tipe ini hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya. Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sel dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah. Ada beberapa teori yang mengutarakan sebab terjadinya resisten terhadap insulin, di antaranya faktor kegemukan (obesitas). Pada penderita diabetes tipe 2, pengontrolan kadar gula darah agar kadar darah normal dapat dilakukan dengan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan, dan pemberian tablet diabetik. Apabila dengan pemberian tablet belum maksimal, maka secara medis mulai dipertimbangkan menggunakan obat suntik.


Oleh: Bidan Esi
Editor: Adrie Noor
Daftar Pustaka: coja.mhs.unimus.ac.id



Terima kasih untuk Like/comment FB :