Pengobatan Diabetes Dengan Obat-obatan

Pengobatan diabetes dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat-obatan yang dapat menurunkan kadar gula darah. Kadar gula darah pada penderita diabetes harus bisa diturunkan hingga level normal atau mendekati normal. Berbagai metode baik herbal maupun medis diterapkan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Tata cara pengobatan diabetes melitus antara lain dengan pengaturan gaya hidup sehat, pemberian obat hipoglikemik oral, dan pemberian insulin. Namun, pengobatan diabetes yang pertama kali dilakukan ialah pengaturan gaya hidup sehat. Apabila dengan pengaturan gaya hidup sehat tersebut tidak dapat menurunkan kadar gula darah maka pemberian obat pun dapat dilakukan.



Pengobatan Diabetes
Alat cek gula darah merek Nesco

Pengobatan Diabetes Melitus

Pengobatan diabetes yang pertama ialah pengaturan gaya hidup sehat. Sangat penting bagi penderita diabetes untuk mengikuti aturan gaya sehat. Penerapan gizi seimbang pada makanan akan berpengaruh pada jumlah kalori yang masuk sehingga turut memengaruhi kadar gula darah. Olahraga rutin seperti bersepeda, jalan kaki, jogging, dan berenang perlu dilakukan untuk membakar kalori. Pengobatan diabetes yang kedua ialah pemberian obat hipoglikemik oral (OHO). Pemberian obat hipoglikemik akan dilakukan apabila dalam jangka waktu dua minggu penerapan diet dan olahraga tidak mampu menurunkan kadar gula darah.


Sulfonilurea 
Kelompok obat ini mencakup asetoheksamida, klorpropamida, glibenklamida, gliklazida, tolzamida, tolbutamida, dan lain-lain. Obat-obatan ini berbeda satu sama lain terutama dalam hal durasi aksi dan dosis yang dianjurkan setiap hari. Sebagai contoh, tolbutamida memiliki efek jangka pendek dan perlu diberikan 2-3 kali sehari. Klorpropamida bisa bekerjja sampai tiga hari dan aksinya dapat terakumulasi sampai pada tingkat yang parah jika diberikan setiap hari. Glibenklamida cocok untuk diberikan sekali sehari pada pagi hari.

Biguanida 
Sebuah contoh dari obat-obatan ini adalah metformin. Obat ini menurunkan penyerapan karbohidrat dan memajukan oksidasi karbohidrat di dalam jaringan. Oksidasi adalah proses dimana kandungan oksigen pada suatu senyawa kimia meningkat. Biguanida juga mengurangi pengubahan lemak dan protein menjadi glukosa dalam hati. Biguanida umumnya menghasilkan rasa tidak enak, pahit, atau seperti logam pada lidah, menghilangkan selera makan, rasa mual, dan rasa tidak nyaman pada perut.

Inhibitor alfa-glukosida 
Sebuah contoh dari kelompok obat-obatan ini adalah akarbose. Obat ini memperlambat penyerapan karbohidrat dari usus dan biasanya direkomendasikan bagi mereka yang memiliki asupan karbohidrat tinggi. Obat ini juga kadang kala direkomendasikan bagi orang yang kegemukan dan yang tidak menaati diet yanng dianjurkan bagi pengidap diabetes. Akarbose bisa menyebabkan malabsorption (penyerapan yang tidak memadai) jika diberikan dalam dosis tinggi. Obat ini juga bisa menimbulkan efek samping yang ringan, misalnya meningkatkan gas di dalam perut, rasa masuk angin, dan diare.

Pengobatan diabetes yang ketiga ialah pemberian insulin. Pemberian insulin akan dilakukan oleh tenaga medis apabila kedua cara di atas tidak efektif dalam menurunkan kadar gula darah. Penderita diabetes sebaiknya rajin berkonsultasi untuk mengontrol kadar gula darahnya. Cara pengobatan diabetes melitus selain dengan ketiga cara diatas juga dapat dengan cara herbal alami. Pencegahan diabetes dengan diet makanan seimbang dan rutin olahraga sebaiknya dilakukan sedini mungkin.

Insulin kerja cepat
Contohnya adalah insulin regular yang bekerja paling cepat dan paling sebentar. Insulin ini seringkali mulai menurunkan kadar gula dalam waktu 20 menit, mencapai puncaknya dalam waktu 2-4 jam dan bekerja selama 6-8 jam. Insulin kerja cepat seringkali digunakan oleh penderita yang menjalani beberapa kali suntikan setiap harinya dan disuntikkan 15-20 menit sebelum makan.

Insulin kerja sedang
Contohnya adalah insulin suspensi seng atau suspensi insulin isofan. Mulai bekerja dalam waktu 1-3 jam, mencapai puncak maksimum dalam waktu 6-10 jam, dan bekerja selama 18-26 jam. Insulin bisa disuntikkan pada pagi hari untuk memenuhi kebutuhan selama sehari dan dapat disuntikkan pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan sepanjang malam.

Insulin kerja lambat
Contohnya adalah insulin suspensi seng yang telat dikembangkan. Efeknya baru timbul setelah 6 jam dan bekerja selama 28-36 jam.


Oleh: Bidan Esi
Editor: Adrie Noor
Sumber: Langkahsehat.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :