Tipe Diabetes Melitus (Tipe 1 dan Tipe 2)

Tipe diabetes umumnya terbagi menjadi dua yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Tipe diabetes ini dapat terjadi dengan cara yang berbeda. Ada yang murni terjadi sebagai akibat dari adanya faktor keturunan di dalam keluarga yang terkena penyakit diabetes mellitus,ada pula yang terjadi karena lingkungan atau pola hidup yang tidak sehat. Pola hidup yang tidak sehat yang dapat berperan terhadap adanya penyakit ini, ialah makanan yang mengandung glukosa tinggi, obesitas, dan lain sebagainya.



tipe diabetes
Alat cek gula darah merek GlucoDr

Pelbagai Tipe Diabetes

Pelbagai tipe diabetes yang dapat terjadi seperti yang telah diuraikan sebelumnya terdiri dari 2 tipe, yaitu diabetes melitus tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2. Tipe diabetes ini dapat saja terjadi pada siapa saja. Namun, umumnya diabetes tipe 1 paling banyak terjadi pada anak-anak sebagai akibat dari adanya faktor genetik pada anak tersebut.

Diabetes tipe 1 disebut juga dengan insulin dependent diabetes melitus. Faktor genetik dan lingkungan menjadi faktor utama dalam keberadaan penyakit diabetes melitus tipe ini. Selain itu infeksi virus dan reaksi autoimun juga menjadi penyebab dari terjadinya penyakit diabetes melitus tipe 1. Virus atau reaksi autoimun dapat menyerang sel-sel pankreas yang dapat memproduksi hormon insulin. Sel-sel pankreas yang diserang ini ialah sel beta pankreas. Bila terjadi pada sel-sel beta pankreas dapat mengakibatkan produksi hormon insulin berkurang bahkan berhenti.

Diabetes melitus tipe 2 terjadi sebagai akibat dari resistensi insulin  sehingga insulun yang digunakan oleh tubuh menjadi tidak efektif. Tipe diabetes ini disebut juga sebagai non insulin dependent diabetes melitus. Artinya tipe diabetes ini tidak bergantung pada keberadaan insulin dari luar. Tipe diabetes ini sebenarnya masih dapat dicegah dan diobati dengan pola hidup sehat. Namun, bila dengan pola hidup sehat tidak mampu mengobati penyakit ini maka perlu dilakukan pemberian obat-obatan penurun kadar gula darah yang tinggi.

Resistensi insulin dalam tubuh penderita penyakit diabetes melitus tipe 2 membuat kadar insulin dalam darah meningkat. Insulin itu sendiri merupakan hormon yang berfungsi dalam mengatur tranpor glukosa sebagai sumber energi yang penting untuk digunakan oleh tubuh. Tubuh membutuhkan energi yang bersumber dari gula untuk menjalankan pelbagai fungsi dari organ-organ. Tanpa adanya insulin dapat membuat glukosa yang diperoleh dari makanan tidak dapat masuk ke dalam sel-sel untuk diolah menjadi energi sehingga glukosa dari makanan tersebut tetap beredar dan tertimbun di dalam darah  sehingga membuat kadar gula darah dalam tubuh meningkat.

Penyakit diabetes melitus tipe 2 paling sering terjadi pada mereka yang memiliki berat badan berlebih. Orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dapat terkena tipe diabetes ini karena memiliki kadar lemak yang tinggi terutama pada bagian perut  sehingga dapat menyebabkan tubuh resisten terhadap insulin. Pada tipe diabetes ini insulin yang diproduksi ialah insulin dalam jumlah yang normal, namun keberadaan insulin tersebut tidak dapat di respons secara baik oleh tubuh.

Berbeda dengan diabetes tipe 1 yang pengobatannya dilakukan dnegan menyuntikkan insulin ke dalam tubuh secara teratur, tipe diabetes ini tidak memerlukan injeksi insulin tetapi dilakukan dengan cara menurunkan berat badan agar dapat memperbaiki resistensi insulin. Menurunkan berat badan tidak hanya terbatas pada diet saja, melainkan dapat juga dilakukan dengan mengubah kebiasaan yang tidak sehat menjadi kebiasaan yang sehat.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: persify.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :